KOLKATA — Cat pelangi di flyover Chingrighata kini dipertanyakan setelah sebuah video viral memperlihatkan tiga sepeda motor tergelincir usai gerimis. Bagi pengendara yang melintas, persoalannya bukan sekadar tampilan jalan: permukaan licin saat basah dapat mengurangi daya cengkeram ban.
Penyebab pasti kejadian dalam video itu belum dipastikan secara independen. Namun, insiden tersebut mendorong pemeriksaan terhadap bahan yang digunakan untuk mengecat jalan dan dampaknya terhadap keselamatan, terutama bagi pengendara roda dua.
Cat pelangi flyover Kolkata diperiksa
Menteri senior negara bagian Agnimitra Paul mengatakan Kolkata Metropolitan Development Authority (KMDA), polisi, dan insinyur pemerintah kota telah dikirim ke lokasi untuk memeriksa persoalan itu. Pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi langkah lanjutan.
“Pengecatan dilakukan untuk mengikuti suasana musim festival dan itu bukan fitur permanen. Kami akan mengambil langkah sesuai rekomendasi para ahli,” kata Paul kepada The Times of India (TOI) pada Rabu.
Kepala Menteri Suvendu Adhikari memilih tidak menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum mengetahui kejadian sebenarnya. “Sepeda motor bisa tergelincir karena berbagai alasan. Saya tidak akan membuat pernyataan tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya kepada wartawan.
Pernyataan itu mencerminkan pentingnya pemeriksaan teknis sebelum mengaitkan insiden dengan cat jalan. Rekaman yang beredar menunjukkan motor tergelincir, tetapi belum cukup untuk memastikan apakah lapisan cat menjadi penyebabnya.
Bahan dan tekstur permukaan jadi perhatian
Seorang insinyur senior yang terkait dengan Direktorat Perencanaan Lalu Lintas dan Transportasi Benggala Barat mempertanyakan apakah pengecatan menggunakan bahan khusus jalan yang tahan selip atau cat dekoratif biasa. Ia menilai permukaan dalam rekaman tampak bukan seperti bahan marka jalan termoplastik.
“Cat itu tidak tampak seperti bahan marka jalan termoplastik. Tampilannya lebih menyerupai cat berbahan dasar minyak atau emulsi. Permukaan jalan memerlukan bahan yang disetujui secara teknis,” kata insinyur tersebut.
Menurut seorang insinyur jalan dari National Highway Authority of India (NHAI), daya cengkeram ban bergantung pada gesekan antara karet dan tekstur permukaan jalan. Lapisan yang terlalu halus dapat menutup ketidakteraturan kecil pada aspal. Ketika air hujan menggenang, kondisi itu berpotensi membuat pengereman dan manuver di tikungan lebih berbahaya bagi pengendara motor.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.