Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Sesi I Net Sell Rp 182,9 Miliar, Investor Asing Jual Saham TLKM, GOTO, ADRO

IHSG Sesi I Net Sell Rp 182,9 Miliar, Investor Asing Jual Saham TLKM, GOTO, ADRO
IHSG Sesi I Net Sell Rp 182,9 Miliar, Investor Asing Jual Saham TLKM, GOTO, ADRO

JAKARTA — IHSG sesi I turun 2,16% ke 5.814 pada Kamis (15/10), sementara investor asing mencatat net sell Rp 182,94 miliar. Saham TLKM menjadi yang paling banyak dilepas, disusul GOTO dan ADRO, saat seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah.

Tekanan terlihat luas. Sebanyak 621 saham terkoreksi, hanya 80 saham menguat, sementara 89 saham tidak berubah. Data Stockbit Sekuritas mencatat penjualan bersih asing sampai akhir sesi pertama.

IHSG sesi I melemah, TLKM paling banyak dijual

Investor asing melepas saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 34,93 miliar. Berikutnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat penjualan bersih asing Rp 25,86 miliar, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dijual senilai Rp 18,11 miliar.

Nilai jual pada tiga saham itu menunjukkan emiten besar ikut berada dalam tekanan pada sesi perdagangan tersebut. Namun, data yang tersedia hanya merinci saham dengan penjualan asing terbesar dan tidak menjelaskan alasan investor melepas masing-masing emiten.

Tak sedikit yang terkoreksi.

Data perdagangan BEI mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp 8,57 triliun, dengan volume 22,43 miliar saham dan frekuensi 1,09 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat Rp 10.225 triliun pada tengah hari.

Seluruh sektor BEI berada di zona merah

Dari sebelas sektor di BEI, energi mencatat penurunan terdalam, yakni 3,71%. Salah satu saham yang melemah di sektor ini adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), turun 4,85% ke Rp 3.920.

Tekanan juga terjadi di bursa regional. Pada waktu yang sama, Hang Seng turun 1,33%, Nikkei terkoreksi 4,52%, Shanghai Composite melemah 2,24%, dan Straits Times turun 0,69%. Pergerakan tersebut memberi gambaran bahwa pelemahan hari itu tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia, meski data yang tersedia tidak merinci penyebab penurunan tiap indeks.

Bagi investor, sebaran saham yang turun dan lemahnya seluruh sektor menjadi konteks penting saat membaca penurunan IHSG.

Indeks yang merosot bersamaan dengan dominasi saham terkoreksi menandakan tekanan berlangsung luas, sementara nilai transaksi dan volume memperlihatkan aktivitas perdagangan tetap berjalan. Angka-angka ini menggambarkan kondisi sesi pertama, bukan hasil penutupan perdagangan sehari penuh.

Penurunan IHSG menambah tekanan sepanjang tahun

Pergerakan pada Kamis itu memperpanjang penurunan IHSG dalam rentang yang lebih panjang. Secara year to date, indeks anjlok 32,75%, sedangkan dalam sebulan terakhir melemah 10,02%.

Perbandingan dengan sesi pertama sehari sebelumnya perlu memperhatikan tanggal dan kondisi yang berbeda. CNBC Indonesia melaporkan IHSG pada Rabu (14/10/2026) naik 0,82% ke 5.974,29 hingga sesi pertama. Angka itu berasal dari perdagangan hari sebelumnya, sehingga tidak bertentangan dengan penurunan ke 5.814 yang tercatat pada Kamis (15/10).

Data pembanding tersebut hanya memberi gambaran bahwa arah indeks berubah dari satu sesi ke sesi berikutnya. Berita CNBC Indonesia juga menyebut perhatian pasar saat itu tertuju pada sejumlah perkembangan eksternal dan rilis data ekonomi yang dinantikan. Namun, konteks itu merujuk pada Rabu dan tidak cukup untuk menetapkan penyebab penurunan IHSG pada Kamis.

Untuk sesi Kamis, data yang tersedia menegaskan tiga hal: IHSG melemah, seluruh sektor berada di zona merah, dan investor asing membukukan net sell. Saham TLKM mencatat nilai penjualan asing terbesar dalam rincian yang diberikan, yakni Rp 34,93 miliar.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair