Perusahaan juga mengoptimalkan layanan motoris BBM bagi pengguna kendaraan roda dua. Layanan itu dijalankan dengan mengikuti ketentuan operasional dan keselamatan yang berlaku. Informasi mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU disampaikan melalui akun Instagram resmi @pertaminabali.
Penambahan jam buka tidak berdiri sendiri. Pertamina Patra Niaga turut menyiapkan operator SPBU cadangan dan berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan operasional. Koordinasi juga mencakup kesiapan pengemudi Mobil Tangki cadangan jika pengemudi membutuhkan waktu istirahat.
Pengaturan pengemudi cadangan berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi dan keselamatan kerja. Dengan personel pengganti yang disiapkan, pengiriman dapat tetap berjalan saat kebutuhan istirahat muncul tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Kitty mengatakan perusahaan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Pertamina pantau penyaluran dan informasi SPBU
Dukungan personel juga datang dari internal perusahaan. Pertamina Patra Niaga melibatkan berbagai fungsi dan unit kerja dari Jakarta untuk membantu percepatan pemulihan layanan BBM di Bali. Mereka memperkuat koordinasi operasional, distribusi, penjualan, serta komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Langkah-langkah tersebut menyasar beberapa titik sekaligus: pasokan yang masuk melalui terminal, pengiriman dari mobil tangki, kesiapan petugas, hingga jam pelayanan SPBU. Bagi masyarakat, informasi resmi mengenai kondisi layanan menjadi pegangan untuk mencari SPBU yang beroperasi dan menghindari perjalanan yang tidak perlu. Perusahaan menyampaikan informasi itu melalui kanal resminya.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau kondisi pasokan dan penyaluran BBM serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti informasi resmi Pertamina mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU di Bali,” kata Kitty.
Dalam jadwal yang disiapkan, tambahan pasokan BBM Bali mencapai 57,9 juta liter, dengan 44,9 juta liter di antaranya berupa Pertalite.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.