NEW YORK — Wall Street menguat pada Kamis (15/10), saat investor mengalihkan sebagian perhatian dari saham kecerdasan buatan (AI) ke sektor lain. Indeks Dow Jones naik 556,21 poin atau 1,08% ke level 52.177,69, sementara data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi membayangi perdagangan.
Indeks S&P 500 bertambah 0,33% ke posisi 7.744,06. Nasdaq Composite naik tipis 0,08% ke level 26.713,03. Pergerakan yang berbeda ini menunjukkan penguatan pasar tidak tersebar merata, terutama ketika investor menimbang harga saham teknologi dan prospek sektor AI.
Pelaku pasar mencermati kemungkinan pasokan cip memori melimpah, bersamaan dengan persaingan dari Cina yang dihadapi Korea Selatan. Kekhawatiran itu ikut mendorong investor menilai ulang seberapa besar dana yang sebaiknya ditempatkan pada perusahaan terkait AI.
Investor menimbang risiko konsentrasi di saham AI
CEO Tesla Elon Musk turut menyoroti prospek pasokan memori lewat unggahan di platform X. “Cina akan memproduksi RAM dalam jumlah SANGAT BESAR pada 2028,” kata Musk dalam unggahan yang dikutip Jumat (16/10).
Pasokan yang berpotensi meningkat menjadi perhatian karena cip memori merupakan bagian penting dari infrastruktur komputasi. Namun, bahan sumber tidak merinci dampak langsung kemungkinan produksi Cina terhadap harga atau kinerja perusahaan tertentu. Yang terlihat di pasar adalah kekhawatiran investor terhadap persaingan dan nilai saham yang sudah tinggi.
Kecemasan mengenai valuasi juga muncul setelah pendapatan Anthropic dilaporkan tumbuh menjadi US$ 16,8 miliar pada kuartal III. Sebagian pelaku pasar menilai pertumbuhan pendapatan perusahaan AI itu belum tentu cukup cepat untuk membenarkan kenaikan harga saham produsen cip.
Dengan kata lain, pertumbuhan bisnis AI belum otomatis menghapus risiko investasi. Investor juga memperhitungkan harga yang harus dibayar untuk memiliki saham-saham terkait teknologi tersebut. Pergeseran dana ke sektor lain menjadi salah satu cara pasar merespons kekhawatiran tentang konsentrasi portofolio, bukan tanda bahwa seluruh minat terhadap AI telah hilang.
Inflasi AS menambah pertimbangan pasar
Data indeks harga produsen atau producer price index (PPI) Amerika Serikat untuk September memperlihatkan kenaikan 1,3% secara bulanan dan 6,3% secara tahunan. Menurut bahan sumber, kenaikan itu menjadi yang terbesar pada ukuran bulanan maupun tahunan sejak 2022.
Angka tersebut penting bagi investor karena inflasi yang bertahan tinggi dapat mengubah cara mereka membandingkan peluang investasi. Saham berisiko, termasuk perusahaan yang harganya ditopang ekspektasi pertumbuhan, harus bersaing dengan pilihan lain yang dinilai lebih menarik.
Bahan sumber tidak merinci respons kebijakan moneter setelah data PPI tersebut, sehingga dampak lanjutannya belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.
Alex Shahidi, salah satu kepala investasi bersama di Evoke, bagian dari MAI Capital Management, mengatakan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi tolok ukur. “Ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai 5%, level tertinggi sejak awal 2000-an, investor akan mulai membandingkannya dengan mengambil taruhan besar pada AI,” kata Shahidi.
Menurut Shahidi, persoalannya bukan sekadar memilih berinvestasi di AI atau tidak. Investor juga perlu mempertimbangkan seberapa besar konsentrasi dana yang ditempatkan di sektor itu. Pernyataan tersebut menggambarkan pertimbangan yang muncul saat imbal hasil obligasi dan risiko saham teknologi sama-sama masuk dalam kalkulasi pasar.
Saham di luar teknologi ikut menopang Wall Street
Penguatan pada Kamis juga datang dari luar sektor teknologi. Saham peritel Walmart naik 1,5%, sedangkan saham Nike melonjak lebih dari 5%. Kenaikan itu membantu memperlihatkan bahwa perhatian investor tidak hanya tertuju pada perusahaan AI dan produsen cip.
Namun, sejumlah saham yang terkait AI juga berbalik naik. Saham CoreWeave meningkat hampir 6% setelah melemah pada perdagangan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, saham perusahaan itu anjlok lebih dari 15% karena investor khawatir perusahaan terlalu banyak berutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI. Imbal hasil obligasi korporasi CoreWeave juga melonjak.
Pergerakan CoreWeave menunjukkan bahwa optimisme terhadap kebutuhan infrastruktur AI berjalan beriringan dengan kekhawatiran mengenai pembiayaannya. Bagi investor, prospek permintaan saja belum cukup; beban utang dan biaya pendanaan juga menjadi bagian dari penilaian risiko.
Sementara itu, saham Micron Technology berbalik menguat setelah sempat melemah pada awal perdagangan dan ditutup naik hampir 2%.
Perdagangan Kamis berakhir dengan kenaikan di ketiga indeks utama, tetapi selisih penguatannya menunjukkan pasar masih memilah sektor dan perusahaan. Inflasi produsen yang meningkat, persaingan cip memori, serta perhatian terhadap utang perusahaan AI menjadi faktor yang terus dicermati investor.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.