BANJARMASIN — TPK Banjarmasin tetap menjalankan kegiatan bongkar muat secara normal saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti wilayah itu. Terminal Petikemas Banjarmasin juga membagikan sekitar 40 kotak masker kepada pegawai untuk mendukung perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja.
Terminal Head TPK Banjarmasin Sirin Purnomo mengatakan operasional tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Ia menyampaikan keterangan tersebut di Banjarmasin pada Jumat, tanpa menyebut adanya perubahan kegiatan terminal akibat kabut asap.
Bagi arus barang di Kalimantan Selatan, keberlangsungan layanan terminal penting karena TPK Banjarmasin menjadi salah satu simpul logistik wilayah itu. Karena itu, perusahaan memantau kondisi udara dan kegiatan operasional secara berkala sambil menjalankan langkah mitigasi.
TPK Banjarmasin pantau udara dan keselamatan pekerja
Sirin mengatakan pembagian masker dilakukan sesuai kebutuhan pegawai. Sekitar 40 kotak masker telah disalurkan sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap pekerja yang menjalankan tugas saat kualitas udara terdampak asap karhutla.
Pemantauan kualitas udara berjalan bersamaan dengan pengawasan kondisi operasional di lapangan. Langkah itu ditujukan untuk mengenali potensi risiko, sekaligus menjaga layanan terminal tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan pekerja.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan kantor pusat. Menurut Sirin, perkembangan situasi dilaporkan secara berkala agar kondisi di lapangan dapat dipantau dan keberlangsungan kegiatan terminal tetap diperhatikan.
“Perkembangan situasi juga dikoordinasikan dan dilaporkan secara berkala kepada kantor pusat guna mendukung pemantauan kondisi serta keberlangsungan kegiatan operasional terminal,” kata Sirin.
Kabut asap juga menjadi perhatian transportasi laut
Perhatian terhadap dampak asap tidak hanya muncul di lingkungan terminal Banjarmasin. Dalam laporan terpisah, Kalteng Antaranews memberitakan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan aktivitas pelayaran di wilayahnya tetap berjalan aman di tengah kabut asap.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta meningkatkan pengawasan kapal yang berangkat maupun masuk melalui alur Sungai Mentaya. Hingga laporan itu diterbitkan, belum ada perubahan jadwal atau gangguan aktivitas kapal laut yang melayani Kotim.
Kondisi tersebut memberi konteks lebih luas bagi kegiatan logistik di Kalimantan: kelancaran arus barang perlu berjalan seiring dengan pemantauan keselamatan di darat maupun perairan. Namun, situasi yang diberitakan berbeda. TPK Banjarmasin menjelaskan langkah di lingkungan terminal, sementara laporan Kotim membahas pengawasan pelayaran di alur Sungai Mentaya.
Bagi pekerja dan pengguna layanan logistik, langkah pemantauan serta pembagian masker menunjukkan bagaimana operasional berusaha dipertahankan ketika asap mengganggu kondisi lingkungan. Keterangan yang tersedia menyebut kegiatan TPK Banjarmasin masih normal, tetapi tidak merinci tingkat kualitas udara, durasi kabut asap, atau perubahan produktivitas bongkar muat.
TPK Banjarmasin menyatakan pemantauan kualitas udara dan pengawasan operasional terus dilakukan, sementara sekitar 40 kotak masker telah disiapkan untuk pegawai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.