“Kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, yang pelaku pasar juga surprise,” kata Iding kepada wartawan di Gedung BEI. Ia menambahkan bahwa pengumuman pada Oktober berada di luar perkiraan bursa.
Standalone Market, menurut Iding, bukan tingkatan terendah dalam klasifikasi MSCI. Kategori itu berdiri sendiri untuk pasar yang memerlukan perhatian khusus. Jika reklasifikasi terjadi, Indonesia akan terpisah dari kelompok Emerging Market dan masuk kategori bersama Argentina, Jamaika, Panama, Lebanon, Nigeria, Palestina, Ukraina, serta Zimbabwe.
Dampaknya dapat menjalar ke keputusan alokasi dana investor global. MSCI menyatakan tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) ataupun menaikkan saham ke segmen indeks berdasarkan kapitalisasi pasar.
Sejumlah perubahan indeks lain, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), juga tetap dibekukan. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) akan tetap dikeluarkan.
Itu sebabnya reformasi pasar perlu terlihat dalam praktik, bukan hanya tercatat sebagai kebijakan.
OJK menyebut langkah yang telah dilakukan mencakup publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, perincian klasifikasi investor, penerapan kerangka HSC, dan peningkatan batas minimum saham beredar di publik atau free float.
Tantangan berikutnya ialah menunjukkan bahwa aturan itu diterapkan konsisten dan menjawab kekhawatiran investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan pihaknya menghormati penilaian MSCI, tetapi tetap optimistis. “Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik.
Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” katanya dalam keterangan tertulis.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan meminta klarifikasi kepada MSCI mengenai dasar pengumuman tersebut. Penjelasan itu akan menjadi perhatian berikutnya bagi otoritas dan pelaku pasar, sementara periode konsultasi MSCI berjalan menuju keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.