Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Arm AGI CPU Catat Keunggulan 1,99 Kali atas AMD di Rak AI

Arm AGI CPU Catat Keunggulan 1,99 Kali atas AMD di Rak AI
Arm AGI CPU Catat Keunggulan 1,99 Kali atas AMD di Rak AI

PANGKALPINANG — Bagi operator pusat data yang kapasitas listriknya terbatas, jumlah pekerjaan AI yang bisa ditangani dalam satu rak bisa menentukan kebutuhan infrastruktur. Dalam penilaian Signal65 yang bekerja sama dengan Arm, Arm AGI CPU mencatat kinerja rak yang dimodelkan rata-rata 1,99 kali dibandingkan AMD EPYC 9755 pada tujuh beban kerja AI agentik.

Namun, angka itu belum berasal dari pengujian akhir pada perangkat produksi. Penilaian mengukur hasil prosesor, lalu memperkirakan kinerja sejumlah server dalam rak dengan batas daya tetap. Karena itu, hasilnya memberi gambaran potensi, bukan kepastian bahwa seluruh pusat data berbasis Arm akan mengungguli sistem x86.

Arm AGI CPU diuji pada beban kerja AI agentik

Signal65 menguji pekerjaan yang melibatkan penggunaan alat perangkat lunak, pelaksanaan tugas secara mandiri, pencarian informasi, serta dukungan untuk menjalankan model AI. Pengujian mencakup Terminal-Bench 2 dan SWE-bench. Rentang hasil Arm dibanding AMD berada pada 1,43 hingga 3,19 kali, dengan rata-rata 1,99 kali.

Keunggulan yang dilaporkan tidak hanya berkaitan dengan hasil prosesor dalam satu sistem. Perhitungan juga memasukkan konsumsi daya server, sebab batas listrik menentukan berapa banyak mesin yang dapat ditempatkan dalam satu rak. Dalam skenario rak 24 kW, model memperkirakan kapasitas 21 hingga 23 server Arm AGI CPU, dibandingkan 13 sistem AMD EPYC 9755 dengan dua soket.

Dengan konfigurasi itu, jumlah inti fisik Arm diperkirakan mencapai 5.712 hingga 5.888, sedangkan sistem AMD memiliki 3.328 inti. Perbandingan tersebut bergantung pada asumsi daya yang digunakan dalam pemodelan. Arm mencatat konsumsi daya servernya berkisar 950 hingga 1.050 watt, sementara konfigurasi AMD dua soket memiliki konsumsi tertera 1.700 watt.

Kapasitas per rak jadi taruhan bagi pusat data

Untuk perusahaan yang menjalankan layanan AI, dampak praktisnya berkaitan dengan seberapa banyak pekerjaan bisa ditampung tanpa menambah alokasi listrik. Jika perkiraan itu terwujud dalam penggunaan nyata, operator berpeluang menjalankan lebih banyak beban kerja pada kapasitas daya rak yang sama.

Namun, itu belum otomatis berarti biaya operasional lebih rendah: bahan yang tersedia tidak merinci biaya pembelian perangkat, kebutuhan pendinginan, ataupun ongkos migrasi.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis