Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gubernur Jatim Khofifah Imbau Warga Malang tak Panic Buying BBM, Pastikan Stok Aman

Gubernur Jatim Khofifah Imbau Warga Malang tak Panic Buying BBM, Pastikan Stok
Gubernur Jatim Khofifah Imbau Warga Malang tak Panic Buying BBM, Pastikan Stok

MALANG — Panic buying BBM dapat memperpanjang antrean dan mengganggu akses warga yang benar-benar membutuhkan bahan bakar. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga Kota Malang tidak membeli secara berlebihan karena pasokan disebut telah ditambah menjadi 407 kiloliter (KL) per hari.

Khofifah menyampaikan imbauan itu pada Sabtu (18/10/2026) malam, seusai membagikan kupon BBM gratis kepada pengemudi ojek daring di SPBU Jalan Ciliwung, Kota Malang, Jawa Timur. Ia mengatakan suplai Pertamina untuk SPBU setempat sudah melampaui kuota harian yang dicatatkan.

“Sebetulnya SPBU di sini ini suplainya sudah melebihi kuota yang dicatatkan. Hindari panic buying,” kata Khofifah.

Pasokan BBM Malang ditambah mengikuti permintaan

Sales Area Manager Ritel Pertamina Malang Angga Y Putra menyebut pasokan harian Kota Malang naik dari 340 kiloliter (KL) menjadi 407 kiloliter (KL). Penambahan itu dilakukan setelah permintaan BBM meningkat.

Menurut Angga, kebutuhan tertinggi berada di Kota Malang. Pasokan yang ditingkatkan itu sekitar 120 persen dari kebutuhan yang tersedia, ujarnya. Angka tersebut menggambarkan langkah penyesuaian suplai di wilayah yang permintaannya naik, bukan alasan bagi konsumen untuk membeli melebihi kebutuhan.

Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memantau ketersediaan BBM di Kota Malang dan daerah lain di kawasan aglomerasi Malang Raya. Pemerintah ingin warga tetap mudah mendapatkan bahan bakar, termasuk solar dan pertalite.

“Intinya adalah yang memang membutuhkan solar jangan sampai tidak terpenuhi, yang membutuhkan pertalite jangan sampai tidak terpenuhi,” ujarnya.

Antrean menjadi perhatian di kawasan wisata dan pendidikan

Malang memiliki aktivitas kendaraan bermotor yang padat karena menjadi daerah wisata sekaligus pendidikan di Jawa Timur. Kondisi itu membuat kebutuhan BBM dapat berubah pada waktu tertentu. Karena itu, menurut Khofifah, antrean di SPBU perlu ditanggapi dengan evaluasi distribusi dan komunikasi mengenai kebutuhan pasokan.

Ia mengatakan Pertamina akan meninjau pola distribusi jika antrean menunjukkan kebutuhan tambahan pada waktu tertentu. Khofifah juga meminta kebutuhan suplai di atas kapasitas harian dikomunikasikan secara terperinci agar penyaluran dapat disesuaikan.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda