Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Pertengahan Sesi II Koreksi IHSG Berkurang, Ini Penyebabnya

Koreksi IHSG berkurang saat indeks kembali menembus level 5.000
IHSG memangkas pelemahan pada perdagangan Sesi II Senin (19/10/2026). (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Koreksi IHSG menyempit menjadi 3,53% pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah indeks kembali menembus level 5.000 pada Sesi II. Hingga pukul 14.51 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan berada di 5.002,28, turun 182,82 poin.

Pergerakan itu membalikkan sebagian pelemahan tajam pada sesi sebelumnya. IHSG sempat jatuh 5% pada akhir Sesi I, lalu kerugiannya berkurang menjadi 3,8% sebelum kembali bergerak naik menjelang sore.

Pada pukul 11.00 WIB, indeks masih berada di sekitar 4.980. Setelah itu, IHSG merangkak naik dan mencatat level tertinggi harian 5.006,07, atau lebih dari 98 poin di atas titik terendahnya. Perubahan cepat ini menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya hilang, tetapi sebagian saham mulai menahan laju penurunan indeks.

Koreksi sektor infrastruktur mulai menyusut

Mengutip data Refinitiv, penyusutan koreksi sejumlah sektor ikut membantu IHSG memangkas pelemahannya. Sektor infrastruktur terkoreksi 2,2%, sektor properti 2,5%, sedangkan sektor industri melemah 2,8%.

Angka tersebut menggambarkan pelemahan yang masih berlangsung, bukan penguatan sektor. Namun, ketika koreksi sektor-sektor itu berkurang, tekanan terhadap indeks ikut mereda. Gerak IHSG pun berbalik menjauh dari titik terendah hariannya.

Sejumlah saham turut menopang pemulihan terbatas tersebut. Saham PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) masuk dalam daftar saham yang membantu mengurangi koreksi IHSG.

Penopang itu belum cukup untuk membawa indeks ke zona positif. Sejumlah saham besar masih memberi tekanan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

IHSG berbalik saat transaksi tetap ramai

Aktivitas perdagangan tetap tinggi saat indeks berayun tajam. Volume transaksi mencapai 240,98 juta lot dengan nilai sekitar Rp15,53 triliun. Data sumber menyebut nilai transaksi tersebut meningkat dibandingkan catatan sebelumnya, meski tidak merinci angka pembandingnya.

Bagi investor, perubahan arah dalam satu sesi membuat pergerakan indeks perlu dibaca bersama kondisi saham-saham penyusunnya. IHSG yang kembali ke atas 5.000 belum menghapus pelemahan harian; pada pukul 14.51 WIB indeks masih turun 3,53%. Daftar saham penopang dan pemberat menunjukkan pemulihan berlangsung tidak merata.

Di pasar juga beredar kabar bahwa Danantara akan masuk membeli saham-saham BUMN yang jatuh dalam dan dinilai memiliki valuasi sangat murah. Namun, bahan sumber tidak memuat konfirmasi atas kabar tersebut, sehingga informasi itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab perubahan arah IHSG.

Pergerakan yang tercatat tetap menunjukkan indeks naik dari sekitar 4.980 pada pukul 11.00 WIB ke 5.002,28 pada pukul 14.51 WIB.

Meski koreksi berkurang, IHSG masih melemah 182,82 poin pada pukul 14.51 WIB.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair