Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Ambil dan Kuasai Teknologi Bom 14 Ton AS yang Gagal Meledak

Iran Ambil dan Kuasai Teknologi Bom 14 Ton AS yang Gagal Meledak
Iran Ambil dan Kuasai Teknologi Bom 14 Ton AS yang Gagal Meledak

TEHERAN — Bom Amerika Serikat seberat 14 ton yang gagal meledak kini berada di tangan Iran. Penasihat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, mengatakan pasukan Iran dapat mengambil dan menganalisis sejumlah bom yang dijatuhkan selama perang 12 hari.

Naqdi menyampaikan keterangan itu saat latihan militer Fadaiyan-e Iran di Kota Sari, wilayah utara Iran, pada Minggu. Laporan Al Mayadeen yang dikutip SINDOnews pada Senin, 19 Oktober 2026, menyebut Iran kini memiliki pengetahuan mengenai teknologi senjata tersebut.

Iran analisis teknologi bom 14 ton AS

Menurut Naqdi, sejumlah bom AS yang digunakan dalam perang 12 hari tidak meledak. Kegagalan itu, kata dia, memberi pasukan Iran kesempatan mengambil senjata tersebut dan memeriksa komponen teknologinya.

Namun, laporan sumber tidak merinci jenis bom yang dimaksud, lokasi persis bom ditemukan, ataupun komponen apa saja yang telah dianalisis. Tidak ada pula keterangan tentang bagaimana bom-bom itu dipindahkan atau berapa banyak yang berhasil diamankan.

Karena itu, klaim bahwa Iran memperoleh pengetahuan tentang teknologi bom perlu dibaca sesuai batas informasi yang disampaikan: Naqdi menyatakan pasukannya mengambil dan menganalisis bom yang gagal meledak. Bahan sumber tidak menjelaskan sejauh mana hasil analisis itu memberi Iran kemampuan untuk mereplikasi atau mengoperasikan senjata tersebut.

Al Mayadeen menjadi sumber laporan pernyataan Naqdi, sementara SINDOnews mengutip laporan itu. Rincian teknis mengenai bom maupun bukti independen atas proses pengambilannya tidak disertakan dalam bahan yang tersedia.

Klaim Iran terkait daya tangkal militer

Naqdi juga menanggapi ancaman penggunaan bom-bom berkekuatan besar. Ia mengatakan kemampuan rudal dan daya tangkal angkatan bersenjata Iran cukup untuk memberi respons terhadap agresi.

“Angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan kemampuan rudal dan daya tangkal yang cukup untuk memberikan respons menentukan terhadap setiap agresi,” demikian inti pernyataan Naqdi yang dikutip dalam laporan tersebut.

Pernyataan itu menempatkan klaim penguasaan teknologi bom dalam pesan militer yang lebih luas: Teheran ingin menunjukkan bahwa ancaman senjata besar tidak membuatnya kehilangan kemampuan membalas.

Bagi kawasan, klaim tentang bom yang gagal meledak membawa dua persoalan sekaligus. Senjata yang tidak meledak tetap dapat menjadi sumber risiko di lokasi konflik, sementara komponen yang berhasil diamankan berpotensi memberi pihak lawan bahan untuk mempelajari rancangan dan cara kerja senjata. Namun, sumber tidak menyebut adanya korban atau menjelaskan kondisi lokasi saat bom ditemukan.

Perbedaan antara menganalisis komponen dan menguasai teknologi secara utuh juga penting. Pemeriksaan sebuah senjata dapat memberi informasi, tetapi bahan yang tersedia tidak membuktikan bahwa Iran telah menyalin desain, membuat senjata serupa, atau menguasai seluruh sistemnya. Klaim yang ada sejauh ini berasal dari pejabat Iran yang dikutip Al Mayadeen.

Latihan Fadaiyan-e Iran di Sari menjadi panggung bagi Naqdi menyampaikan pesan tersebut. Belum ada rincian dalam laporan mengenai langkah berikutnya yang akan diambil Iran terhadap bom yang diamankan atau apakah hasil analisisnya akan dipublikasikan.

Perkembangan selanjutnya bergantung pada apakah pemerintah Iran membuka informasi teknis atau bukti tambahan mengenai bom itu. Sampai ada rincian lebih jauh, klaim pengambilan dan analisis senjata tersebut tetap bertumpu pada pernyataan Naqdi.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda