Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Wall Street Berguguran, Dow Jones Anjlok 2,14% Tertekan Saham Teknologi dan AI

Wall Street berguguran saat saham teknologi dan AI tertekan
Pelemahan saham teknologi dan AI menekan Nasdaq dan S&P 500 di Wall Street. (Ilustrasi: AI)

Saham cip melemah, tekanan juga terlihat di China

Tekanan menjalar ke saham semikonduktor. VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun 3% pada perdagangan Jumat, dengan penurunan saham Micron Technology, Advanced Micro Devices, dan Sandisk. Dalam sepekan, SMH merosot 10%, penurunan mingguan terbesar sejak April 2025. Kekhawatiran mengenai persaingan dari Cina turut membebani sektor tersebut.

Data yang dikutip Kumparan dari Xinhua Finance memberi konteks lain tentang perubahan selera investor di sektor teknologi. Indeks saham teknologi China Star50 turun 38,46% dari penutupan 30 Juni hingga 16 Oktober 2026, dari 2.207,86 menjadi 1.358,65 poin.

Angka itu merujuk pada pasar dan periode berbeda dari perdagangan Wall Street, sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai ukuran langsung pergerakan indeks Amerika.

Kumparan juga mengutip Bloomberg yang melaporkan Star50 pernah naik sekitar 75% pada April hingga Juni. Setelah reli tersebut, perhatian investor beralih pada prospek permintaan dan kemampuan perusahaan AI menghasilkan pendapatan sesuai ekspektasi. Saham MetaX Integrated Circuits Shanghai Co.

dan Moore Threads Technology Co. masing-masing kehilangan sekitar separuh nilainya selama periode yang dibahas, sedangkan indeks ChiNext turun 36%.

Rangkaian penurunan itu memperlihatkan bahwa kehati-hatian terhadap saham teknologi tidak terbatas pada satu bursa. Meski pemicu dan komponennya berbeda, laporan mengenai pasar China menggambarkan bagaimana valuasi yang tinggi dapat rentan ketika investor mulai mempertanyakan prospek keuntungan dan kebutuhan belanja perusahaan AI.

VIX naik, sementara minyak dan suku bunga ikut dipantau

Di Amerika Serikat, indeks volatilitas Cboe (VIX), yang kerap digunakan untuk membaca kecemasan pasar, menembus level 22 untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Kisaran 20–30 dalam bahan sumber dikaitkan dengan meningkatnya kekhawatiran dan perkiraan fluktuasi pasar yang lebih besar.

Pasar energi bergerak berlawanan arah. Harga minyak naik saat ketegangan antara AS dan Iran serta Rusia dan Ukraina meningkat. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 3,51% menjadi US$ 101,41 per barel, sementara Brent naik 3,72% ke US$ 109,86 per barel.

Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Ketua The Fed Kevin Warsh berbicara dalam acara Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok, Thailand, pada Jumat. Ia tidak memberikan komentar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, tetapi pasar menafsirkan pernyataannya sebagai sinyal bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneternya pada akhir bulan.

Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, peluang The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan 27–28 Oktober mencapai 82%. Perhatian berikutnya tertuju pada keputusan pertemuan itu dan apakah sentimen terhadap saham teknologi tetap tertekan setelah investor menimbang utang perusahaan AI, persaingan cip, serta arah kebijakan moneter.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair