Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Julian Oerip Masih Berpeluang Gabung Timnas Indonesia meski Bela Belanda U-19

Julian Oerip Masih Berpeluang Gabung Timnas Indonesia meski Bela Belanda U-19
Julian Oerip Masih Berpeluang Gabung Timnas Indonesia meski Bela Belanda U-19. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Julian Oerip kembali dikaitkan dengan Timnas Indonesia, membuka kemungkinan tambahan pemain diaspora untuk skuad yang disiapkan menuju Piala Asia 2027. Namun, kabar soal peluang gelandang Jong AZ Alkmaar itu belum menjadi kepastian bagi John Herdman maupun PSSI.

Nama Oerip mencuat setelah muncul informasi bahwa Herdman memantau pemain diaspora untuk menambah opsi di lini serang, terutama pemain sayap yang cepat dan mampu menembus pertahanan lawan. Belum ada konfirmasi resmi bahwa Oerip masuk daftar incaran pelatih atau sedang menjalani proses naturalisasi.

Julian Oerip dan spekulasi Timnas Indonesia

Perbincangan meningkat setelah Oerip mengunggah foto sepatu sepak bola dengan stiker bendera Merah Putih melalui Instagram Story pada 21 Juli 2026. Sebulan sebelumnya, ia juga membagikan foto bersama Sylvano Comvalius, mantan penyerang Bali United yang kini bekerja di lingkungan tim muda AZ Alkmaar.

Dalam foto itu, Oerip mengenakan jersey merah berlambang Garuda. Unggahan tersebut memancing perhatian suporter, tetapi belum dapat dianggap sebagai pernyataan bahwa ia memilih membela Indonesia. Isyarat di media sosial bukan pengganti proses resmi.

Julian Miles Oerip lahir di Belanda pada 26 Oktober 2006. Ia memiliki darah Indonesia dari keluarga ayahnya, Arthur Oerip. Kakek dan neneknya disebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Latar keluarga itu membuat namanya relevan dalam pembahasan pemain diaspora. Jika memenuhi ketentuan kewarganegaraan dan regulasi FIFA, Oerip berpotensi menjadi opsi baru bagi Indonesia. Namun, kedua syarat tersebut perlu dipastikan sebelum peluangnya dinilai lebih jauh.

Riwayat Belanda U-19 jadi faktor penting

Bagian yang perlu dicermati ialah rekam jejak internasionalnya. Oerip pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Belanda, mulai dari U-16, U-17, U-18 hingga U-19. Riwayat itu tidak otomatis menjawab apakah ia bisa berpindah asosiasi.

Penilaiannya bergantung pada jenis pertandingan yang ia jalani, status kewarganegaraannya saat itu, serta aturan FIFA mengenai perpindahan asosiasi. Bahan yang tersedia belum memerinci pertandingan mana saja yang dimainkan Oerip atau status proses kelayakannya. Karena itu, belum cukup dasar untuk menyatakan ia pasti bisa membela Indonesia ataupun menyebut peluang tersebut tertutup.

Bagi Timnas Indonesia, kepastian soal kelayakan pemain diaspora berdampak langsung pada perencanaan skuad. Pelatih perlu tahu siapa yang dapat dipanggil sebelum menentukan pilihan di sektor serang, bukan sekadar mengandalkan spekulasi dari unggahan media sosial. Sampai ada penjelasan resmi, nama Oerip tetap berada dalam wilayah kemungkinan.

Dari akademi AZ Alkmaar ke radar suporter

Oerip berkembang melalui sistem pembinaan sepak bola Belanda. Ia bergabung dengan akademi AZ Alkmaar pada 2017 setelah sebelumnya bermain untuk CSV Jong Holland dan AFC ’34. Kini ia disebut sebagai gelandang muda Jong AZ Alkmaar.

Informasi mengenai pemantauan diaspora oleh Herdman memberi konteks mengapa namanya kembali dibicarakan, tetapi belum membuktikan adanya pendekatan kepada Oerip. Tidak ada konfirmasi dalam bahan sumber mengenai negosiasi, keputusan sang pemain, ataupun proses administrasi yang sedang berjalan.

Untuk saat ini, hal paling konkret adalah perpaduan latar keluarga Indonesia dan pengalamannya bersama tim kelompok umur Belanda. Statusnya untuk Timnas Indonesia masih harus ditentukan melalui pemeriksaan aturan yang berlaku, bukan dari jersey atau stiker bendera yang muncul di media sosial.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda