Logitech AI menjadi bagian penting dari lini perangkat kolaborasi baru yang diperkenalkan perusahaan pada acara Logi Work 2026. Lewat Rally Bar 2 dan Rally System 2 Pro, Logitech ingin membawa fitur AI ke ruang rapat yang lebih besar sambil mengurangi kerumitan instalasi dan penggunaan.
Perusahaan teknologi itu menyebut peluncuran tersebut sebagai perombakan terbesar dalam beberapa tahun untuk produk yang menyasar perusahaan. Dalam wawancara dengan TechRadar Pro, Henry Levak, wakil presiden sekaligus general manager Logitech, mengatakan perubahan pola kerja dan kembalinya pekerja ke kantor ikut mendorong kebutuhan atas perangkat rapat yang lebih fleksibel.
Logitech AI hadir dalam lini perangkat rapat baru
Rally Bar 2 menjadi penerus perangkat sound bar konferensi Logitech. Produk ini memakai chip Qualcomm Dragonwing untuk mendukung pemrosesan AI, memiliki sudut pandang 115 derajat, dan dirancang dengan bentuk lebih kecil agar pemasangan di dinding lebih mudah.
Logitech juga memperkenalkan Rally System 2 Pro. Sistem modular ini ditujukan untuk membantu menyederhanakan pemasangan ruang rapat yang lebih kompleks, termasuk pengelolaan dan pemeliharaan perangkat. Perusahaan turut memperkenalkan teknologi Sound Shape sebagai bagian dari rangkaian rilisnya.
Levak mengatakan kebutuhan pelanggan beragam, mulai dari pekerja yang bekerja dari rumah hingga mereka yang menggunakan ruang rapat besar. Menurut dia, perusahaan perlu menyediakan perangkat yang bisa menyesuaikan konfigurasi berbeda tanpa membuat pengguna terkunci pada sistem tertentu.
“Kami ingin orang-orang menganggap kami sebagai mitra yang sederhana dan fleksibel—kata ‘proprietary’ dan terkunci dalam satu sistem untungnya mulai kami tinggalkan,” ujar Levak kepada TechRadar Pro.
Teknologi yang tidak mengganggu jalannya rapat
Logitech menyebut penyederhanaan sebagai tujuan utama pengembangan perangkatnya. Bagi Levak, pengguna tidak hanya menginginkan perangkat yang mudah dipakai, tetapi juga pengalaman yang konsisten saat berpindah dari ruang rapat kecil ke ruangan yang lebih besar.
Perbedaan fitur antar-ruang dapat membuat pengalaman kerja terasa tidak seragam. Levak mencontohkan, pengguna bisa menemukan kemampuan AI di ruang kecil, tetapi tidak mendapatkannya saat berpindah ke ruang rapat besar. Logitech ingin mengurangi kesenjangan semacam itu melalui ekosistem perangkat yang saling mendukung.
“Teknologi seharusnya menghilang dan menyatu ke latar belakang, sehingga semua orang cukup berfokus pada kolaborasi dan kreasi, bukan teknologinya,” kata Levak.
Target itu juga menyentuh cara perangkat dipasang dan dikelola. Logitech berupaya mengurangi jumlah komponen yang dibutuhkan, sehingga proses instalasi, penyiapan, penyediaan perangkat, dan penerapan sistem menjadi lebih sederhana. Untuk ruang yang lebih besar, Levak mengatakan pelanggan ke depan dapat menggunakan perangkat sederhana seperti video bar.
Dampaknya terasa pada kegiatan sehari-hari di kantor: rapat tidak semestinya tertunda karena pengaturan perangkat yang rumit atau pengalaman yang berbeda antarruangan. Bagi perusahaan yang menerapkan kerja hibrida, perangkat yang mudah dikelola dapat membantu menjaga kelancaran komunikasi antara pekerja di kantor dan mereka yang bergabung dari rumah.
Sensor dan AI membutuhkan konteks serta privasi
Logitech melihat kamera dan mikrofon bukan hanya sebagai alat untuk mengirim gambar dan suara. Perangkat sensor itu, menurut perusahaan, dapat menjadi lapisan fisik bagi ekosistem AI di tempat kerja dengan menyediakan konteks yang diperlukan agen AI untuk membantu pekerja.
Namun, penggunaan kamera dan mikrofon di ruang kerja juga membawa perhatian soal privasi. Logitech menyatakan kontrol privasi yang efektif perlu menyertai pemanfaatan sensor tersebut. Bahan wawancara tidak merinci bentuk kontrol atau pengaturan privasi yang akan tersedia pada produk baru.
Levak mengatakan konteks dapat membuat agen AI lebih berguna bagi pekerja, dan perusahaan ingin menyiapkan perangkatnya untuk kebutuhan yang akan datang. “Kami memastikan produk-produk ini dibuat untuk apa yang akan datang,” ujarnya, merujuk pada kesederhanaan, desain, fitur, dan kemampuan perangkat.
Logitech belum mencantumkan harga maupun tanggal ketersediaan produk dalam materi yang menjadi dasar laporan TechRadar Pro. Untuk saat ini, perusahaan menempatkan penyederhanaan sistem dan penerapan AI di ruang rapat besar sebagai inti dari pembaruan portofolio enterprise-nya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.