Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Menteri Singapura Kecewa soal Pernyataan Pejabat RI Terkait Kirim Oksigen: Tidak Tepat!

Pernyataan oksigen RI memicu respons Singapura saat kabut asap karhutla
Kabut asap karhutla menjadi latar kritik Menteri Senior Singapura terhadap pernyataan pejabat Indonesia soal oksigen. (Ilustrasi: AI)

SINGAPURA — Pernyataan soal hutan Indonesia memasok oksigen ke Singapura dan Malaysia memicu keberatan Menteri Senior Singapura K Shanmugam. Ia menilai komentar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia Syahganda Nainggolan tidak tepat disampaikan ketika kabut asap karhutla sedang berdampak di kawasan Asia Tenggara.

Respons itu muncul pada Senin (19/10/2026), saat Shanmugam berada di Woodlands Checkpoint, Singapura, untuk bertemu petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA). Ia mengkritik pilihan waktu dan isi pernyataan, tetapi menyambut langkah Presiden Prabowo Subianto serta pemerintah Indonesia dalam menangani kabut asap lintas negara.

Pernyataan oksigen RI dipersoalkan

Syahganda sebelumnya menyebut Indonesia bukan hanya mengirim kabut asap kepada negara tetangga. Menurutnya, ketika tidak ada asap, hutan Indonesia juga memasok oksigen yang dinikmati Singapura dan Malaysia.

Ia juga menggambarkan kebakaran hutan sebagai fenomena alam yang berada di luar kesalahan manusia. Komentar itu mendapat tanggapan dari Shanmugam, yang menilai pernyataan tersebut kurang tepat ketika masyarakat di kawasan sedang menghadapi dampak asap dari kebakaran.

Dalam keterangan kepada awak media, Shanmugam menekankan bahwa warga Indonesia sendiri turut merasakan dampak karhutla. Ia juga mengaitkan masalah asap dengan perusahaan yang melanggar aturan di Indonesia.

“Terus terang, tidak tepat mengatakan hal seperti itu ketika seluruh kawasan ini menderita akibat ulah perusahaan yang melanggar peraturan di Indonesia. Padahal, pihak yang paling menderita adalah masyarakat Indonesia sendiri,” kata Shanmugam.

Singapura nilai komentar bukan sikap seluruh Indonesia

Shanmugam tidak menganggap komentar Syahganda otomatis mencerminkan sikap pemerintah Indonesia secara keseluruhan. Ia juga merujuk pada beragam reaksi yang muncul setelah pernyataan tersebut disampaikan, sebagai tanda bahwa pandangan itu tidak serta-merta mewakili masyarakat luas.

Perbedaan antara komentar seorang pejabat dan posisi resmi pemerintah menjadi bagian penting dari respons Singapura. Shanmugam menyambut upaya pemerintah Prabowo menangani kabut asap lintas negara, sembari menyampaikan kritik terhadap pernyataan yang dinilai mengabaikan situasi masyarakat terdampak.

Persoalan ini berdampak langsung pada hubungan warga di kawasan dengan penanganan karhutla. Ketika asap melintasi batas negara, pernyataan publik mengenai penyebab dan tanggung jawab dapat memengaruhi kepercayaan terhadap upaya penanganan. Bagi masyarakat yang terpapar, yang paling mendesak tetap langkah konkret untuk mengendalikan kebakaran dan mengurangi asap.

Detik News juga melaporkan komentar Syahganda muncul saat kabut asap menyelimuti Singapura dan Malaysia pada 10 Oktober. Dalam laporan itu, Shanmugam kembali menegaskan bahwa pandangan pejabat tersebut belum tentu mewakili sikap pemerintah Indonesia maupun masyarakatnya.

Informasi waktu tersebut berasal dari laporan pembanding, sedangkan pernyataan utama Shanmugam disampaikan pada Senin (19/10/2026).

Shanmugam menutup tanggapannya dengan menolak anggapan bahwa komentar itu harus diterima begitu saja. “Kita seharusnya tidak perlu menerima pernyataan seperti ini,” pungkas Menteri Senior Singapura tersebut.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda