Sabtu, 3 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Pimpin Badan Komunikasi Pemerintah

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Keuangan Haji, Tata Kelola Dibongkar
Prabowo Perintahkan Audit Forensik Keuangan Haji, Tata Kelola Dibongkar

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Nama yang lama lekat dengan dunia aktivisme itu kini masuk ke lingkar komunikasi pemerintah.

Pelantikan ini ikut mengangkat kembali profil Syahganda yang selama ini dikenal sebagai aktivis, akademisi, dan pengamat kebijakan. Rekam jejaknya panjang. Penuh gesekan. Dari kampus sampai politik praktis.

Syahganda lahir di Medan, 27 November 1965. Ia mulai aktif sebagai mahasiswa ITB pada era 1980-an. Dari situlah jalan aktivismenya terbuka lebar, dan konsekuensinya juga datang cepat.

Pada masa Orde Baru, aktivitas politiknya membuat ia dijatuhi hukuman 10 bulan penjara. Bagi sebagian orang, masa itu jadi titik balik. Bagi Syahganda, justru menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan politiknya.

Dari kampus ke gelanggang politik

Sesudah Orde Baru berakhir, Syahganda tetap bergerak. Ia masuk ke berbagai aktivitas organisasi dan politik, tak meninggalkan isu-isu yang sejak awal ia tekuni. Politik dan ketenagakerjaan menjadi dua bidang yang kerap melekat pada namanya.

Ia pernah bergabung dengan Persatuan Daulat Rakyat (PDR). Lalu, bersama sejumlah pihak, ia ikut membentuk Partai Merdeka. Langkah itu menandai pergeseran dari aktivisme jalanan ke kerja politik yang lebih terstruktur.

Kariernya juga sempat bersentuhan dengan dunia korporasi negara. Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Syahganda pernah menjabat Komisaris Pelindo II. Posisi itu menambah warna pada profilnya yang sudah lama dikenal lintas ruang: aktivis, akademisi, dan pengamat.

Lembaga kajian hingga panggung KAM

Pada 2010, Syahganda mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC). Lembaga kajian dan konsultasi itu bergerak di bidang politik serta kebijakan publik. Dari sana, suaranya tetap terdengar dalam perdebatan kebijakan.

Namanya juga sempat ramai dibicarakan pada 2020, saat ia muncul sebagai salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Momen itu kembali menegaskan posisinya sebagai figur yang tak jauh dari isu politik nasional.

Kini, dengan penunjukan sebagai Kepala Bakom, Syahganda membawa pengalaman panjang dari jalanan, ruang akademik, sampai lembaga kajian ke jabatan baru di pemerintahan. Perannya di Bakom akan ikut menentukan cara pemerintah berbicara ke publik. Dan publik akan menunggu, apakah gaya lama seorang aktivis masih terasa dalam kursi baru itu.

Sumber: news.detik.com

(AS)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 2 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis