Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Tujuh Perusahaan di Balik Kebakaran Hutan Sumatra: Dua Grup Besar dalam Pusaran

Kebakaran hutan Sumatra di area konsesi perkebunan dan HTI
Pemetaan BNPB mencatat kebakaran di area konversi hutan dan perkebunan di Sumatra Selatan. (Ilustrasi: AI)

SUMATRA SELATAN — Sebanyak 44 area konversi hutan dan perkebunan terbakar di Sumatra Selatan, dengan sebagian besar kebakaran diduga terkait pembukaan atau perluasan lahan. Pemetaan BNPB dan penelusuran otoritas Singapura menempatkan tujuh perusahaan pemegang konsesi di Sumatra Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung dalam pusaran persoalan kebakaran dan asap lintas negara.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan area terdampak mencakup perkebunan sawit, hutan tanaman industri (HTI), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga hutan lindung. Titik api banyak ditemukan di perbatasan izin konversi, pola yang menurut BNPB mengindikasikan pembukaan atau perluasan lahan secara sengaja.

Temuan itu membuat perhatian tertuju pada perusahaan pemegang konsesi. Otoritas Lingkungan Singapura atau NEA, berdasarkan penelusuran data meteorologi dan citra satelit, mengidentifikasi tujuh perusahaan yang terindikasi menjadi sumber asap lintas negara yang berdampak ke Singapura.

BNPB mendesak aparat penegak hukum mengusut pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. “Percuma juga kami kerja keras selama ini, kalau pemadaman enggak sinkron. Satu orang berusaha memadamkan, satu orang bakar, kan kambuh,” kata Kristomei di Jakarta, Senin (19/10), seperti dikutip Antara.

Konsesi dan kaitan dengan dua grup usaha

Perusahaan yang disebut dalam bahan penelusuran ialah PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT Hutan Lestari Raya, PT Bangkanesia, dan PT SBA Wood Industries.

Tiga perusahaan—PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, dan PT SBA Wood Industries—disebut sebagai pemasok eksklusif jangka panjang kayu pulp untuk Asia Pulp and Paper (APP) Indonesia, bagian dari Grup Sinar Mas. Kayu pulp dipanen untuk diolah menjadi bubur kayu, bahan baku kertas, tisu, dan karton. Akasia dan eukaliptus termasuk jenis kayu yang banyak digunakan di dalam negeri.

Menurut sustainability dashboard APP, ketiga perusahaan memiliki konsesi hutan tanaman industri di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Luas konsesi Bumi Andalas Permai tercatat 190,415 hektare, Bumi Mekar Hijau 249.650 hektare, dan SBA Wood Industries 136.525 hektare.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 20 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online