Rabu, 21 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Ferry Komentari Sanksi Komdis untuk Persija: Tak Perlu Banding

Ferry Komentari Sanksi Komdis untuk Persija
Ferry Komentari Sanksi Komdis untuk Persija

JAKARTA — Persija Jakarta dijatuhi larangan menghadirkan suporter dalam enam pertandingan tandang setelah sejumlah pelanggaran di stadion. Direktur I League Ferry Paulus menilai klub berjuluk Macan Kemayoran itu tak perlu mengajukan banding, meski aturan memberi ruang untuk melakukannya.

Keputusan Komite Disiplin PSSI itu juga membebani Persija dengan denda total Rp90 juta. Sanksi dijatuhkan setelah kericuhan dalam laga tandang melawan Persita di Banten International Stadium, Banten, yang membuat kick-off babak kedua tertunda.

Sanksi Persija dan alasan Ferry menolak banding

Ferry menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu. Menurut dia, mengajukan banding kurang tepat jika melihat rangkaian pelanggaran yang melibatkan oknum suporter Persija.

“Jadi, terhadap keputusan ini dapat diajukan banding, ya. Sesuai dengan pasal yang ada. Jadi memang diberi ruang untuk banding,” kata Ferry.

Namun, ia menilai kesempatan itu tidak harus digunakan. “Tetapi kami sebenarnya menganggap kurang pas untuk diberikan banding. Karena memang hukuman yang ada sekarang ini, apalagi terhadap Persija,” imbuhnya.

Pernyataan Ferry menempatkan penegakan disiplin sebagai pokok persoalan. Banding memang tersedia, tetapi penyelenggara kompetisi memandang catatan insiden yang melibatkan suporter perlu menjadi pertimbangan sebelum Persija menempuh langkah tersebut.

Kericuhan membuat laga tertunda

Salah satu insiden terjadi saat Persija bertandang ke markas Persita di Banten International Stadium pada Sabtu (19/10). Kericuhan membuat kick-off babak kedua tertunda selama kurang lebih 31 menit.

Komdis PSSI menjatuhkan larangan kehadiran suporter Persija dalam enam pertandingan tandang, atau selama setengah musim kompetisi. Hukuman itu membatasi kehadiran pendukung di laga luar kandang, sementara pertandingan tetap berlangsung sesuai agenda kompetisi.

Persija juga dikenai denda Rp30 juta terkait insiden keributan. Ada denda tambahan Rp60 juta setelah oknum penonton menyalakan petasan sebanyak tiga kali dan melempar satu flare. Jika digabung, beban denda klub mencapai Rp90 juta.

Dampaknya terasa pada dua sisi. Persija harus menanggung konsekuensi finansial, sementara suporter kehilangan kesempatan mendukung tim secara langsung di stadion lawan selama masa larangan. Bagi penyelenggara, sanksi ini juga menjadi penegasan bahwa perilaku penonton dapat berujung pada hukuman bagi klub yang mereka dukung.

Kasus tersebut menjadi ujian bagi Persija dalam menjaga perilaku pendukung saat laga tandang. Keputusan untuk menerima sanksi atau mengajukan banding berada pada klub, tetapi Ferry telah menyampaikan sikapnya sebagai Direktur I League dan penyelenggara Super League: banding dinilai kurang pas.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda