PANGKALPINANG — First Resources menyatakan siap menjalani pemeriksaan menyeluruh dari otoritas Singapura terkait dugaan kebakaran di area kerjanya di Indonesia. Kabut asap lintas negara yang menjadi persoalan ini membuat bukti dan temuan lapangan ikut menentukan langkah berikutnya.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Rabu (21/10), grup usaha sawit itu menyambut pemeriksaan berbasis bukti, termasuk tinjauan lapangan bila diperlukan. Perusahaan juga menyatakan akan memberikan dokumen yang relevan kepada otoritas berwenang.
“First Resources sepenuhnya mendukung dan menyambut baik pemeriksaan menyeluruh dan berbasis bukti terhadap fakta-fakta seputar kebakaran dan kabut asap yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan perusahaan.
First Resources tawarkan bukti kebakaran
Perusahaan menyebut bukti yang dapat disediakan mencakup kronologi deteksi titik api dan perkembangan kebakaran berdasarkan citra satelit. First Resources juga menyatakan memiliki dokumentasi upaya pengurangan dan pemadaman api serta analisis spasial mengenai perlindungan kawasan konservasi.
Grup itu menegaskan telah menerapkan kebijakan nol pembakaran atau Zero Burning Policy di seluruh operasinya. Namun, pemerintah Singapura sebelumnya menyatakan klaim kebijakan dan upaya pemadaman saja belum cukup; perusahaan perlu menunjukkan bukti.
“Kami percaya bahwa setiap penilaian sumber kebakaran harus didasarkan pada fakta yang terverifikasi, bukti ilmiah, dan pemahaman komprehensif tentang keadaan di lapangan,” tulis perusahaan.
First Resources juga menyatakan yakin penilaian objektif akan membuktikan bahwa grup tersebut tidak membuka lahan dengan api, baik langsung maupun tidak langsung. Pernyataan itu muncul setelah Menteri Senior Singapura K. Shanmugam mengatakan terdapat kebakaran atau sumber asap yang diduga berkaitan dengan First Resources dan sejumlah perusahaan lain yang tercatat di Singapura.
Singapura minta fakta dari perusahaan
Shanmugam mengatakan pemerintahnya akan meminta fakta lengkap dan mempertimbangkan bukti secara adil. Ia juga menyebut lembaga di Singapura tengah mempertimbangkan langkah hukum, regulasi, dan ekonomi terhadap perusahaan yang dinilai terkait kabut asap.
“Tunjukkan buktinya,” ujar Shanmugam di hadapan awak media pada Senin (19/10), merespons pernyataan First Resources mengenai kebijakan nol pembakaran dan upaya pemadaman.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.