JAKARTA — IHSG dibuka turun 1,52% ke level 5.247,24 pada perdagangan Kamis (22/10), menekan nilai saham yang diperdagangkan sejak awal sesi. Bursa-bursa utama Asia ikut melemah, sementara pelaku pasar domestik mencermati dampak proposal MSCI yang disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya sehari sebelumnya.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam bahan sumber utama, indeks terkoreksi 81,12 poin dari penutupan sebelumnya di 5.328,36. Angka pembukaan itu berbeda dari laporan Viva dan Antara yang mencatat penurunan 80,38 poin atau 1,51% ke level 5.247,98. Data tersebut merujuk pada angka yang dilaporkan masing-masing sumber.
Tekanan jual tampak sejak menit awal. IHSG sempat bergerak pada rentang 5.185,53–5.250,94. Sebanyak 557 saham melemah, 82 saham menguat, sedangkan 324 saham tidak berubah.
IHSG dibuka turun saat sentimen MSCI membayangi
Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/10) sore menjadi salah satu perhatian investor. Dalam pidato itu, Prabowo menyinggung proposal dari penyedia indeks MSCI yang membuka potensi saham Indonesia dikeluarkan dari kelompok pasar berkembang atau emerging market dan dipindahkan ke standalone market.
Proposal tersebut berkaitan dengan klasifikasi pasar saham Indonesia dalam indeks MSCI. Bagi investor, perubahan klasifikasi berpotensi memengaruhi cara pasar menilai akses dan posisi saham Indonesia di indeks global. Namun, bahan sumber tidak menyebut adanya keputusan final dari MSCI pada saat IHSG dibuka.
Pergerakan awal juga belum menggambarkan arah indeks sampai penutupan. Dengan tekanan jual yang meluas dan sentimen MSCI yang masih diperhatikan, angka pembukaan hanya menunjukkan kondisi pada awal perdagangan, bukan kepastian bahwa pelemahan akan berlanjut sepanjang hari.
Nilai transaksi awal mencapai Rp 978,4 miliar
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat nilai transaksi Rp 978,4 miliar dengan volume 1,935 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 112.500 kali, sementara kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp 9.248 triliun.
Indeks LQ45, yang juga menjadi acuan pergerakan saham pilihan di bursa, turun 8,35 poin atau 1,56% ke posisi 527,41 menurut data sumber utama. Viva dan Antara mencatat angka berbeda untuk indeks ini, yakni penurunan 10,46 poin atau 1,95% ke 525,30. Perbedaan angka menunjukkan laporan menggunakan catatan pembukaan yang tidak sama; angka dalam artikel ini mengikuti data sumber utama.
Bagi pemodal, pelemahan yang menyentuh banyak saham membuat kondisi pasar pada awal sesi lebih luas daripada penurunan IHSG semata. Data jumlah saham yang turun jauh melampaui saham yang menguat. Sementara itu, nilai transaksi dan kapitalisasi pasar memberi gambaran aktivitas serta ukuran pasar pada pembukaan, tetapi belum menjelaskan bagaimana indeks akan bergerak setelah sesi berjalan.
Bursa Asia ikut melemah pada awal perdagangan
Tekanan juga terlihat di pasar regional. Hang Seng Hong Kong turun 454,48 poin atau 1,92% ke level 23.197,39, sedangkan KOSPI Composite Korea Selatan terkoreksi 113,93 poin atau 1,99% ke posisi 5.621,73.
Di Jepang, Nikkei 225 melemah 467,38 poin atau 0,72% ke level 64.153,86. SSE Composite China turun 28,83 poin atau 0,78% menjadi 3.684,19, sementara S&P/ASX 200 Australia berkurang 43 poin atau 0,49% ke posisi 8.788,30.
Kesamaan arah itu memberi konteks bahwa tekanan pada pembukaan bukan hanya terjadi di Indonesia. Meski begitu, setiap indeks bergerak dalam kondisi pasar masing-masing, sehingga pelemahan regional tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh penurunan IHSG.
Perhatian investor di Indonesia masih tertuju pada respons pasar terhadap proposal MSCI dan perkembangan perdagangan setelah pembukaan. Pada saat yang sama, angka dari bursa Asia menunjukkan sentimen negatif regional, tetapi belum memastikan arah pasar sampai penutupan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.