JAKARTA — Geger MSCI membuat IHSG anjlok 11,57% pada Jumat (16/10/2026), setelah penyedia indeks global itu membuka konsultasi soal kemungkinan menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Airlangga Hartarto, DPR, OJK, dan Danantara kini menyoroti pelaksanaan reformasi serta tindak lanjut masukan MSCI, sementara keputusan final belum ditetapkan.
Periode konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027, sehingga perhatian pemerintah dan otoritas kini tertuju pada langkah pembenahan pasar modal sebelum tenggat tersebut.
Geger MSCI memicu fokus pada implementasi
MSCI mengumumkan periode konsultasi pada 15 Oktober 2026. Dalam pengumuman itu, lembaga asal Amerika Serikat tersebut mengakui sejumlah inisiatif reformasi yang telah berjalan di Indonesia, termasuk publikasi kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (MSC), serta kebijakan baru mengenai kenaikan batas minimum free float.
Namun, pengumuman itu juga memicu kekhawatiran investor terhadap pasar domestik. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG tercatat turun 11,57%, salah satu penurunan harian terdalam sejak krisis keuangan 1998. Bahan sumber juga menyebut aktivitas jual investor asing dan nilai kapitalisasi pasar ikut menjadi perhatian, tanpa merinci angka perubahannya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mempertanyakan waktu penyampaian pengumuman MSCI. Ia mengatakan Indonesia sebelumnya telah bertemu sejumlah pejabat MSCI di Bangkok, Thailand.
“Ini kan ada tanda tanya besar. Kemarin di Thailand kenapa (MSCI) nggak ngomong yang ini. Padahal yang kemarin itu seminggu juga belum,” ujar Airlangga saat ditemui wartawan, Jumat (16/10/2026).
Meski mempertanyakan waktu pengumuman, Airlangga meminta pemerintah tidak terburu-buru berprasangka. “Ya tentu kita lihat aja, tapi kita tidak boleh suudzon,” katanya.
OJK dan DPR mengawal pembenahan bursa
Airlangga menyebut perhatian utama sekarang adalah penerapan aturan dan langkah aksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai periode pelaksanaan reformasi yang menjadi perhatian MSCI relatif lebih panjang dibandingkan negara lain. Kategori standalone market sendiri berada di antara frontier market dan emerging market, menurut penjelasannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.