JAKARTA — Hilirisasi kopi menjadi fokus transformasi perkebunan kopi Ijen di Bondowoso, Jawa Timur, yang didorong PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka akses pasar ekspor.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras menyampaikan langkah itu saat kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, sebagaimana dikutip dalam keterangan perusahaan pada Sabtu (17/10/2026).
Rencana pengembangan mencakup optimalisasi aset, digitalisasi operasional, peningkatan produktivitas kebun, serta pengolahan produk bernilai tambah. PTPN I juga melihat peluang untuk mengembangkan kopi Ijen di kawasan Ijen Geopark, termasuk melalui produk kopi siap minum atau ready to drink (RTD).
Targetnya bukan sekadar menghasilkan biji kopi. Perusahaan ingin memperkuat posisi kopi Ijen dalam rantai nilai industri dan mendorongnya menembus pasar yang lebih luas.
Hilirisasi kopi Ijen dimulai dari kebun
Rivai mengatakan perusahaan berupaya mengamankan aset perkebunan, meningkatkan produktivitas, dan mengolah potensi kebun agar menghasilkan nilai tambah. Menurut dia, transformasi perlu mencakup seluruh proses, dari pengelolaan tanaman hingga pemasaran produk.
“Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku, tetapi harus bergerak menuju hilirisasi dan membangun daya saing yang lebih kuat,” kata Rivai dalam keterangannya.
Pernyataan itu menempatkan pengolahan setelah panen sebagai bagian penting dari strategi perusahaan. Kopi yang dijual sebagai bahan baku dan kopi yang telah diolah menjadi produk siap konsumsi berada pada tahapan berbeda dalam rantai usaha. PTPN I menyebut diversifikasi produk sebagai salah satu cara memperluas peluang nilai tambah bagi kopi Ijen.
Perusahaan juga mengaitkan rencana tersebut dengan peluang di kawasan Ijen Geopark. Namun, bahan yang disampaikan belum merinci bentuk investasi, kapasitas produksi RTD, target penjualan, ataupun negara tujuan ekspor. Karena itu, potensi pasar yang disebut Rivai masih berupa arah pengembangan, bukan capaian ekspor yang sudah dilaporkan.
Teknologi untuk mengawasi operasional perkebunan
Di sisi hulu, PTPN I mendorong pengelolaan berbasis teknologi. Rivai menyebut pemanfaatan Internet of Things (IoT), pemantauan satelit, dan sistem digital terintegrasi sebagai bagian dari transformasi operasional Kebun Kopi Ijen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.