JAKARTA — Harapan Unas melahirkan Presiden RI disampaikan Ketua Keluarga Alumni Universitas Nasional (Kalunas), Nasyirul Falah Amru, dalam Wisuda Universitas Nasional Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (24/10/2026). Pesan itu menempatkan pendidikan dan pengalaman alumni sebagai bekal untuk ikut memimpin Indonesia.
Pria yang akrab disapa Gus Falah itu menyampaikan harapan tersebut saat memberikan sambutan di hadapan wisudawan. Ia mengaitkannya dengan perjalanan pribadinya sebagai mahasiswa Unas hingga menjadi anggota DPR RI.
Perjalanan Gus Falah dari mahasiswa hingga DPR RI
Gus Falah mengenang masa kuliahnya pada 1994. Saat itu, ia membawa barang sederhana ke kampus: sikat gigi, dua buku, dan handuk.
“Dulu 1994, ketika saya kuliah saya membawa tas yang isinya hanya sikat gigi, dua buku dan handuk. Tapi dari pendidikan Unas yang luar biasa, Alhamdulillah sudah jadi anggota DPR RI, baru tiga periode,” ujar Gus Falah.
Kisah tersebut menjadi bagian dari pesannya kepada para wisudawan. Ia menunjukkan bagaimana pendidikan yang diterimanya di Unas beriringan dengan perjalanan menuju parlemen, sekaligus mengajak alumni melihat kemungkinan yang lebih luas dari bekal kampus.
Namun, ia tidak berhenti pada kisah pribadi. Gus Falah menilai fasilitas dan keberadaan guru besar di Unas saat ini dapat mendukung alumni untuk mencapai peran yang lebih besar. Dari sana, ia mengutarakan harapan agar kampus tersebut kelak melahirkan seorang kepala negara.
Harapan Unas melahirkan Presiden RI
“Maka saya berharap dari Universitas ini, lahir Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Harapan itu menyentuh peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi yang mampu mengambil tanggung jawab publik. Bagi wisudawan, pesannya bukan sekadar tentang capaian akademik saat lulus, melainkan juga tentang kemungkinan kontribusi setelah meninggalkan kampus.
Gus Falah menyampaikan pandangannya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kalunas. Ia menghubungkan pengalaman sebagai alumni dengan perkembangan fasilitas dan dukungan akademik Unas, lalu mendorong para lulusan membayangkan jenjang pengabdian yang lebih tinggi.
Ucapan tersebut merupakan harapan, bukan pengumuman mengenai calon atau proses politik tertentu. Bahan yang disampaikan dalam sambutan itu tidak memuat nama kandidat presiden, rencana pencalonan, maupun langkah politik yang berkaitan dengan harapan tersebut.
Bagi Unas, pesan itu memberi perhatian pada ambisi alumni dan cita-cita institusi. Namun, jalan dari pendidikan menuju kepemimpinan nasional tetap bergantung pada perjalanan serta pilihan masing-masing lulusan; Gus Falah menutup pesannya dengan harapan agar kampusnya melahirkan Presiden Republik Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.