AUSTIN — Kimi Antonelli memenangi Grand Prix Amerika Serikat dan kini hanya selangkah dari gelar juara dunia Formula 1 2026. Pembalap Mercedes itu finis pertama di Austin, tetapi hasil pembalap lain membuat kepastian gelar tertunda hingga seri berikutnya di Meksiko.
Antonelli menuntaskan balapan dengan strategi satu kali pit stop dan unggul 13 detik. Charles Leclerc membawa Ferrari finis kedua setelah mengatasi Max Verstappen dalam persaingan strategi dua pit stop. Lewis Hamilton berada di posisi keempat, sementara George Russell finis kedelapan.
Kimi Antonelli unggul 123 poin
Antonelli datang ke GP Amerika dengan peluang matematis untuk mengunci gelar lebih awal. Syaratnya, ia harus menang, Hamilton finis di luar empat besar, dan Russell berada di urutan kesembilan atau lebih rendah. Antonelli memenuhi bagiannya; Hamilton dan Russell tidak.
Hasil di Austin membuat Antonelli unggul 123 poin atas Russell dan 124 poin atas Hamilton. Dengan maksimal 125 poin tersisa dalam musim ini, ia dapat memastikan gelar pada Grand Prix Mexico City, yang dijadwalkan berlangsung 30 Oktober hingga 1 November.
Angkanya nyaris menentukan. Antonelli hanya perlu finis di sepuluh besar di Meksiko untuk mengunci kejuaraan, menurut perhitungan dalam laporan utama. Ia akan melakukannya dengan empat seri tersisa.
Peluang menjadi juara dunia termuda Formula 1 kini terbuka lebar. Antonelli baru berusia 20 tahun pada Agustus dan sedang menjalani musim keduanya di F1. Kemenangan di Austin juga menjadi kemenangan kesembilannya musim ini.
Strategi satu pit stop jadi pembeda
Keunggulan Antonelli bukan semata soal kecepatan. Ia menjalankan strategi satu kali pit stop, sementara dua rival terdekatnya memilih dua kali berhenti. Perbedaan pendekatan itu membantu Mercedes mempertahankan posisi terdepan hingga finis.
Leclerc memenangi duel untuk posisi kedua dalam kelompok strategi dua pit stop, dengan Verstappen harus puas di urutan ketiga. Hamilton menutup balapan di posisi keempat, hanya terpaut satu detik dari Verstappen. Lando Norris melengkapi lima besar lewat strategi satu pit stop.
Russell menjalani akhir pekan yang sulit. Balapannya terganggu penalti lima detik setelah insiden dengan Oscar Piastri pada lap pertama. Setelah menjalani hukuman saat pit stop, Russell kembali ke lintasan di belakang Piastri dan tak berhasil menyalipnya.
Dampaknya terasa langsung pada persaingan gelar Mercedes. Russell kehilangan kesempatan memangkas jarak, sementara kemenangan Antonelli membuat selisih poinnya melebar. Hamilton juga gagal menunda tekanan secara berarti meski finis keempat.
Perbedaan angka berasal dari waktu laporan
Laporan The Guardian dan ABC Australia sebelum balapan menyebut Antonelli memimpin klasemen dengan selisih 102 poin. Angka itu merujuk pada situasi menjelang GP Amerika. Setelah balapan, laporan utama mencatat keunggulannya menjadi 123 poin atas Russell dan 124 poin atas Hamilton; kedua angka pascalaga itu digunakan untuk menggambarkan peluang gelar saat ini.
Perhatian kini beralih ke Mexico City. Balapan itu menjadi kesempatan pertama Antonelli mengunci mahkota, sementara para pesaingnya membutuhkan hasil yang menjaga peluang matematis tetap hidup. Jadwal yang dicantumkan sumber menempatkan GP Mexico City pada 30 Oktober hingga 1 November.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.