Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Milan Hadapi Udinese dengan Enam Pemain Absen dan Rekor Tandang Menarik

Milan Hadapi Udinese dengan Enam Pemain Absen dan Rekor Tandang Menarik
Milan Hadapi Udinese dengan Enam Pemain Absen dan Rekor Tandang Menarik

AC Milan membawa catatan tiga kemenangan tandang beruntun saat menghadapi Udinese di Bluenergy Stadium. Namun, Rossoneri harus meracik ulang tim karena enam pemain absen, sementara tuan rumah berusaha menghentikan rentetan kekalahan.

Laga pekan kedelapan Serie A itu dijadwalkan berlangsung Senin, 26 Oktober 2026, pukul 02.45 WIB. Udinese datang setelah lima kali kalah berturut-turut di liga, sedangkan Milan belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan Serie A musim ini. Pertandingan disiarkan langsung ANTV.

Catatan pertemuan memberi Milan modal sekaligus peringatan. Delapan duel terakhir kedua tim di Serie A tidak menghasilkan hasil imbang: Milan menang lima kali, Udinese tiga kali. Pada pertemuan terakhir, Udinese menang 3-0 pada 11 April.

Milan mencetak 24 gol dalam 13 laga terakhir melawan Udinese, tetapi gagal membobol gawang lawannya pada pertemuan itu. Udinese sendiri terakhir kali mencatat dua laga beruntun tanpa kebobolan melawan Milan pada 1993–1994; kedua pertandingan berakhir 0-0.

Di Udine, Milan memenangi tiga kunjungan terakhirnya di Serie A dengan agregat 10-2. Rekor itu menjadi bekal penting, tetapi kondisi skuad membuat pekerjaan pelatih Amorim tidak sederhana.

### Amorim harus menyusun ulang lini belakang

Milan kehilangan enam pemain, termasuk Rabiot, Moreira, Gila, Terracciano, Gabbia, Saelemaekers, dan Chukwueze. Sumber prediksi susunan pemain menyebut Milan kemungkinan tampil dengan formasi 4-3-3. Tomori dicoba di posisi bek kanan, sedangkan Bartesaghi sedikit lebih diunggulkan untuk mengisi sisi kiri daripada Estupinan. Pavlovic dan De Winter diperkirakan menjadi pasangan bek tengah.

Di lini tengah, Musah diproyeksikan menjadi starter. Modric disebut akan mengisi peran pengatur permainan, sementara Jashari masuk dalam pertimbangan Amorim. Absensi yang menumpuk membatasi pilihan pelatih, terutama untuk membentuk keseimbangan antarlini.

Udinese juga menghadapi tekanan setelah kalah 0-3 dari Lecce pada 18 Oktober. Kekalahan di kandang itu disebut memperlihatkan masalah dalam mengantisipasi bola mati dan menjaga kendali permainan.

Pelatih Kosta Runjaic meminta timnya memperbaiki sikap serta koordinasi menjelang laga. Dalam konferensi pers prapertandingan yang dipublikasikan situs resmi Udinese pada 24 Oktober, ia mengatakan, “Kami ingin menjadi tim yang berbeda saat menghadapi Milan.”

Di luar lapangan, harga tiket tandang turut memicu protes. Curva Sud memboikot pertandingan karena tiket disebut mencapai €65, sementara sebagian pendukung membayar €20 untuk kursi tandang yang sama. Milan mendukung keberatan kelompok suporter itu dan mendorong adanya batas harga tiket tandang di tingkat liga.

Di lapangan, Milan membidik respons setelah kalah 0-3 dari Bournemouth di Liga Europa, sementara Udinese mengejar kemenangan untuk memutus lima kekalahan beruntun. Rekor tandang Milan di Udine kini berdiri pada tiga kemenangan beruntun dengan 10 gol tercipta.

Sumber: goal.com

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda