JAKARTA — Operasi Patuh Jaya 2026 dimulai pada 26 Oktober di wilayah Polda Metro Jaya, dengan 2.938 personel gabungan dikerahkan selama operasi berlangsung hingga 8 November. Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Patuh 2026 yang digelar kepolisian untuk mendorong ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Bagi pengguna jalan, operasi selama 14 hari ini berarti pengawasan lalu lintas akan diperkuat. Pelanggaran melawan arus mendapat perhatian khusus dalam arahan Korps Lalu Lintas Polri, menurut laporan VIVA.
Operasi Patuh Jaya 2026 berlangsung 14 hari
Polda Metro Jaya menyebut jumlah personel gabungan yang terlibat mencapai 2.938 orang. Operasi dijadwalkan berjalan dari 26 Oktober sampai 8 November. Bahan utama tidak merinci komposisi personel maupun pembagian tugas tiap unsur.
Jadwal itu sejalan dengan laporan VIVA dan Oto Detik mengenai pelaksanaan Operasi Patuh secara nasional pada periode yang sama. Namun, laporan tersebut membahas arahan dan cakupan operasi tingkat nasional, sedangkan informasi Polda Metro Jaya berfokus pada pengerahan personel di wilayahnya.
Perbedaan cakupan itu penting. Angka 2.938 merujuk pada personel gabungan yang dikerahkan Polda Metro Jaya, bukan jumlah personel seluruh Indonesia. Bahan yang tersedia juga tidak menyebut daftar lengkap pelanggaran yang menjadi sasaran khusus operasi di wilayah Metro.
Melawan arus jadi perhatian pengawasan
Dalam arahan kepada jajaran lalu lintas, Kepala Korlantas Polri Brigadir Jenderal Polisi Aries Syahbudin menekankan perubahan perilaku pengendara sebagai ukuran keberhasilan. Ia menyampaikan pesan itu dalam rapat virtual dengan para direktur lalu lintas Polda dan kepala satuan lalu lintas Polres pada Jumat, 23 Oktober.
VIVA melaporkan Aries meminta pengawasan dan pencegahan terhadap pengendara yang melawan arus diperkuat. Pelanggaran ini dapat membahayakan pengguna jalan lain. Pendekatan yang disampaikan mencakup edukasi dan upaya membangun kepatuhan, bukan semata-mata menghitung jumlah penindakan.
“Kita tidak mengukur keberhasilan dari besarnya jumlah penindakan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” kata Aries, seperti dikutip VIVA.
Pesan tersebut memberi konteks bagi pengendara selama operasi berlangsung: kepatuhan menjadi sasaran, sementara pengawasan diarahkan pada perilaku yang berisiko. Pengguna jalan tetap perlu mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga keselamatan, terutama saat berbagi ruang dengan kendaraan dari arah berlawanan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.