Kekalahan pemilu dan langkah politik berikutnya
Flávio kalah dari Lula dalam pemilihan presiden, tetapi belum mengakui kekalahan. Ia juga mengatakan akan mengajukan gugatan agar pencalonan Lula didiskualifikasi atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan ekonomi. Sebelumnya, ia menyatakan ingin membatalkan hasil pemilu, dengan alasan perpanjangan waktu pemungutan suara merugikan kubunya.
Perpanjangan itu dimaksudkan agar pemilih yang tidak bisa mengakses transportasi umum gratis wajib tetap dapat memberikan suara. Menurut laporan utama, kubu Flávio sendiri sebelumnya juga meminta perpanjangan.
Folha de S.Paulo melaporkan bahwa sekutu dan pengacaranya menilai dasar hukum untuk membatalkan hasil pemilu lemah dan mendorongnya meninggalkan rencana itu. Namun, Flávio belum secara terbuka menarik tuntutan pembatalan.
Ia juga berjanji akan memimpin oposisi terhadap pemerintahan Lula. SCMP melaporkan bahwa Flávio menyampaikan rencana tersebut pada Senin, sehari setelah menolak mengakui kekalahan. Hasil pemilu yang dikutip SCMP menunjukkan Flávio meraih 48,2 persen suara, sementara Lula memperoleh 51,8 persen.
Larangan bepergian datang saat posisi politik Flávio akan berubah. Masa jabatannya di Senat berakhir awal tahun depan; setelah itu, ia untuk pertama kalinya dalam 24 tahun tidak lagi memegang jabatan publik dan tidak memperoleh yurisdiksi khusus yang menyertai jabatan tersebut.
Laporan utama juga menyebut ia diselidiki dalam perkara lain terkait £20 juta yang terekam dimintanya dari seorang bankir tercela untuk biografi film tentang ayahnya.
Perintah penyerahan paspor kini menempatkan proses hukum dan sengketa pemilu dalam waktu bersamaan. Flávio menyatakan akan mengajukan gugatan baru terhadap tiket pencalonan Lula, sementara kewajiban menyerahkan dokumen perjalanan berlaku dalam 24 jam.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.