Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Populer: Saham yang Diborong Asing; RI Pastikan Tak Langgar Kontrak ke Singapura

Populer: Saham yang Diborong Asing; RI Pastikan Tak Langgar Kontrak ke Singapura
Populer: Saham yang Diborong Asing; RI Pastikan Tak Langgar Kontrak ke Singapura

SKK Migas mulai merealisasikan pengurangan pasokan pada Sabtu (24/10). Rinciannya, pengurangan dari wilayah Natuna sebesar 15 BBTUD dan dari Sumatra sebesar 16 BBTUD.

Gas dari Sumatra diekspor ke Gas Supply. Pasokan dari Laut Natuna dialirkan melalui pipa bawah laut menuju fasilitas Sembcorp Gas. Perjanjian yang terkait dengan pasokan dari Natuna itu bernilai sekitar 1,9 miliar dolar Singapura hingga 2028, menurut bahan utama.

Pemberitaan Detik Finance juga menyebut Bahlil menilai volume yang dikurangi masih berada dalam batas minimum kontrak. Namun, rincian volume total ekspor dan persentase pengurangan dalam laporan itu tidak tercantum pada bahan utama, sehingga angka tersebut tidak digunakan di sini.

Bahlil memastikan penyesuaian pasokan tidak menimbulkan ketegangan diplomatik maupun konflik bilateral. Pemerintah, kata dia, mengedepankan prinsip saling menghormati dan akan terus memantau kebutuhan energi nasional. Opsi evaluasi force majeure juga masih terbuka apabila kondisi mendatang menuntut langkah lebih lanjut.

Dampak pasokan bagi Indonesia dan Singapura

Bagi Indonesia, pengalihan pasokan untuk memenuhi kebutuhan domestik menempatkan ketersediaan energi dalam negeri sebagai pertimbangan langsung dalam pengelolaan ekspor. Bagi Singapura, perubahan volume pasokan membuat kepastian pemenuhan kebutuhan dan pelaksanaan kontrak komersial ikut menjadi perhatian.

Viva, dengan mengutip pernyataan Menteri Energi dan Industri Singapura Tan See Leng yang diberitakan Asiaone, melaporkan bahwa Singapura menyatakan pasokan gasnya masih mencukupi dan memiliki sumber pengganti, termasuk gas alam cair.

Tan juga menyebut perusahaan pengimpor Gas Supply Private Limited akan berkomunikasi dengan pemasok untuk memastikan pelaksanaan kontrak dan menempuh penyelesaian komersial jika diperlukan.

Sudut pandang Singapura itu menambah konteks pada jaminan pemerintah Indonesia. Persoalannya bukan hanya seberapa banyak gas yang dikurangi, tetapi juga bagaimana pemasok dan pembeli menangani penyesuaian tanpa mengabaikan perjanjian. Kedua pemerintah perlu menjaga kepastian pasokan dan hubungan komersial saat kebutuhan energi berubah.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau dinamika kebutuhan nasional. Jika situasi berubah, evaluasi terhadap opsi yang tersedia, termasuk force majeure, dapat menjadi langkah berikutnya.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair