DELHI — Revisi daftar pemilih Delhi hanya menerima sekitar 3.000 permohonan penambahan nama dalam kamp khusus yang digelar pada Minggu. Pengajuan itu masuk melalui Formulir 6, sementara kamp berlangsung di hampir 15.000 tempat pemungutan suara.
Jumlah permohonan penambahan nama tersebut menjadi bagian kecil dari aktivitas yang dilaporkan selama periode kamp. Sekitar 1.000 permohonan lain diajukan untuk penghapusan dan koreksi data pemilih melalui Formulir 7 dan Formulir 8.
Permohonan penambahan nama jauh lebih sedikit
Kamp khusus itu digelar untuk mendukung revisi daftar pemilih di Delhi. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci jumlah pengunjung di setiap lokasi atau alasan warga mengajukan maupun tidak mengajukan perubahan data.
Angka sekitar 3.000 merujuk pada permohonan untuk memasukkan nama ke daftar pemilih, bukan jumlah seluruh warga yang datang ke kamp. Sementara itu, sekitar 1.000 permohonan mencakup dua jenis urusan sekaligus: penghapusan nama serta koreksi informasi yang sudah tercatat.
Perbedaan formulir menandai jenis perubahan yang diminta. Formulir 6 digunakan untuk permohonan penambahan nama, sedangkan Formulir 7 dan Formulir 8 dipakai untuk penghapusan dan koreksi, menurut keterangan dalam bahan sumber.
Jutaan nama terhapus dari draf daftar pemilih
Besarnya perhatian terhadap revisi ini juga terlihat dari perubahan pada draf daftar pemilih. Sejak 31 Agustus, sekitar 47,6 lakh pemilih telah dihapus dari draf tersebut. Bahan sumber tidak menjelaskan penyebab penghapusan maupun rincian wilayah yang terdampak.
Angka itu membuat pembaruan data pemilih menjadi isu penting bagi warga yang ingin memastikan status namanya. Penghapusan dari draf dan permohonan penambahan atau koreksi merupakan hal berbeda; sumber yang tersedia tidak menyebut apakah angka penghapusan berkaitan langsung dengan permohonan di kamp Minggu.
Rendahnya jumlah permohonan penambahan nama dibandingkan luas pelaksanaan kamp juga belum cukup untuk menjelaskan apakah warga sudah tercatat, tidak mengetahui kamp, atau menghadapi kendala lain. Tidak ada penjelasan mengenai alasan tersebut dalam bahan yang diberikan.
Informasi sumber berhenti pada keterangan bahwa totalnya hanya “2”, tanpa menjelaskan apa yang dihitung atau satuan yang dimaksud. Karena itu, angka tersebut tidak dapat dipastikan sebagai bagian dari jumlah permohonan maupun jumlah pemilih.
Data yang tersedia mencatat tiga angka utama: sekitar 3.000 permohonan penambahan nama, sekitar 1.000 permohonan penghapusan dan koreksi, serta sekitar 47,6 lakh nama yang dihapus dari draf sejak 31 Agustus. Keterangan itu berasal dari bahan sumber yang diberikan; tidak ada nama pejabat atau lembaga tertentu yang disebut sebagai narasumber.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.