Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kecelakaan Maut Tabrakan 2 Kereta Cepat, Sedikitnya 68 Orang Tewas

Petugas memeriksa gerbong kereta cepat yang ringsek di Spanyol
Petugas melakukan evakuasi di lokasi tabrakan kereta cepat di Castilla-La Mancha, Spanyol. (Ilustrasi: AI)

MADRID — Kecelakaan kereta cepat Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu (28/10/2026), setelah kereta Renfe menabrak kereta Iryo yang berhenti di jalurnya. Dampaknya terasa jauh melampaui lokasi tabrakan: keluarga korban masih menunggu kepastian, sementara penyelidik harus mencari tahu mengapa kereta kembali berjalan setelah menerima sinyal merah.

Tabrakan terjadi di kawasan pedesaan Castilla-La Mancha, di selatan Madrid. Sedikitnya tiga gerbong jatuh dari jalur layang ke lereng, dan petugas masih menyisir gerbong yang ringsek ketika malam tiba. Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, menyatakan jumlah korban meninggal telah mencapai 68 orang.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan 80 orang terluka, termasuk 15 orang yang kondisinya sangat serius. Sejumlah penumpang dibawa keluar dengan tubuh berlumuran darah atau dibalut perban, sementara ambulans, kendaraan layanan pemakaman, dan helikopter dikerahkan untuk membantu evakuasi.

Kecelakaan kereta cepat Spanyol dan sinyal merah

Menteri Transportasi Oscar Puente menjelaskan kereta Renfe sempat mendapat sinyal merah karena ada kereta yang berhenti di jalurnya. Sinyal itu muncul setelah gangguan komunikasi pada sistem komputer yang secara otomatis menghentikan lalu lintas kereta. Namun, keputusan yang keliru membuat kereta Renfe diizinkan kembali melaju.

Renfe menyatakan keretanya mengikuti instruksi sebelum menabrak rangkaian Iryo. Perusahaan itu mengatakan belum mengetahui alasan kereta Iryo berhenti. “Urutan kejadian secara tepat, kondisi lalu lintas kereta, serta keadaan saat benturan harus ditentukan melalui penyelidikan,” kata Renfe dalam pernyataannya.

Juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha menyebut kereta Iryo membawa 147 orang, sedangkan kereta Renfe mengangkut 397 penumpang. Tabrakan sekitar pukul 09.00 waktu setempat membuat dua gerbong Iryo anjlok. Operator Iryo menyatakan telah mengaktifkan protokol darurat, sementara Adif, pengelola infrastruktur perkeretaapian milik negara, belum menanggapi permintaan komentar.

Proses evakuasi masih menyisakan ketidakpastian. Petugas belum bisa memastikan apakah ada korban meninggal yang tertimbun di dalam gerbong sebelum rangkaian kereta dipindahkan. Karena itu, angka korban dapat berubah seiring pencarian dan identifikasi berlangsung.

Korban menunggu kabar, penyelidikan berlanjut

Sejumlah penumpang menggambarkan benturan keras dan upaya keluar dari gerbong yang rusak. Salvador Arriza mengatakan penumpang memecahkan kaca jendela, sementara sebagian lainnya terjepit di antara kursi. “Beberapa orang praktis tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi,” kata pria berusia 62 tahun itu.

Rafael Barcelo mengatakan ia sedang meninggalkan tempat duduk untuk mengambil kopi saat benturan terjadi. “Kami sedang sarapan dan minum kopi ketika merasakan benturan yang sangat kuat hingga kami terlempar,” katanya. Ia menambahkan sedikitnya delapan korban berasal dari gerbong yang ia tumpangi.

Di sebuah sekolah di Urda yang menjadi tempat berkumpul keluarga korban, seorang perempuan bernama Ana masih mencari kabar suaminya, Pepe. Namanya belum tercantum dalam daftar korban yang telah teridentifikasi, meski polisi sudah menemukan anjing peliharaan mereka, Trece. Renfe membuka saluran komunikasi khusus bagi keluarga korban.

Perdana Menteri Pedro Sanchez menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi mengerikan dan berjanji memastikan penyelidikan berjalan menyeluruh. Ia juga mengatakan pemerintah akan memperbaiki kelemahan yang ditemukan.

“Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh demi memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya,” kata Sanchez dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari lokasi kejadian.

Sanchez mengatakan penyebab kecelakaan kali ini tampaknya tidak berkaitan dengan insiden sebelumnya. Namun, rangkaian kecelakaan kembali memusatkan perhatian pada keselamatan jalur dan pemeliharaan jaringan kereta. Partai Rakyat, oposisi Spanyol, membatalkan seluruh kegiatan kampanye pada hari itu menjelang pemilihan umum bulan depan.

Dua kecelakaan fatal dalam tahun yang sama

Tragedi terbaru ini menjadi kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak anjloknya kereta di Santiago de Compostela pada 2013, yang menewaskan 80 orang. Insiden di Castilla-La Mancha juga merupakan kecelakaan kereta fatal kedua di Spanyol sepanjang tahun ini.

Pada Januari, kecelakaan yang melibatkan kereta cepat dari operator yang sama di jalur yang sama menewaskan 46 orang. Sebuah kereta anjlok lalu menghantam kereta yang datang dari arah berlawanan. Peristiwa itu memicu perdebatan mengenai investasi pemeliharaan jaringan perkeretaapian.

Dalam laporan awal pada Februari, Garda Sipil Spanyol menyebut kerusakan pada jalur rel, rel itu sendiri, atau sambungan las antara dua bagian rel sebagai dugaan utama penyebab kecelakaan Januari. Penyelidik masih mempertimbangkan tujuh kemungkinan.

Renfe menghentikan penjualan tiket untuk jalur kereta cepat Madrid-Andalusia hingga 13 Desember. Penghentian itu memberi dampak langsung bagi penumpang yang hendak bepergian melalui jalur tersebut, sekaligus menambah tekanan agar penyelidikan menjawab bagaimana kereta yang telah berhenti karena sinyal merah kembali diizinkan melaju.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda