Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

1.985 KK terdampak banjir di Subulussalam Aceh

Banjir Subulussalam merendam rumah warga dan jalan desa
Genangan banjir merendam permukiman dan fasilitas warga di Subulussalam, Aceh. (Ilustrasi: AI)

SUBULUSSALAM — Banjir di Subulussalam, Aceh, telah berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga sejak hujan lebat mulai mengguyur kawasan itu pada Sabtu (24/10). Air masih menggenangi permukiman, sementara tiga KK mengungsi di Desa Sibuasan.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir merendam rumah warga dan sejumlah fasilitas di Kecamatan Sultan Daulat serta Kecamatan Rundeng. Hingga laporan Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti pada Rabu (28/10) malam, belum ada korban jiwa.

Banjir Subulussalam meluas ke 21 desa

Luapan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit mengalir ke permukiman setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah setempat sejak pekan lalu. BPBA mencatat tiga desa terdampak di Kecamatan Sultan Daulat dan 18 desa di Kecamatan Rundeng.

Skalanya terasa langsung bagi warga. Sebanyak 2.013 unit rumah terendam, bersama jalan desa, lahan perkebunan dan pertanian, sekolah, serta tempat ibadah. Air belum surut, sehingga aktivitas di permukiman dan fasilitas yang terendam masih terdampak.

“Warga terdampak banjir sebanyak 1.985 KK, untuk jumlah jiwa masih dalam pendataan, sementara ini yang mengungsi hanya tiga KK di Desa Sibuasan, dan tidak ada korban jiwa,” kata Bahron dalam laporannya di Banda Aceh.

Angka keluarga terdampak dan jumlah rumah yang terendam menggambarkan dua hal berbeda: banyak keluarga masuk dalam pendataan dampak, sementara kerusakan material mencakup lebih banyak unit hunian. Jumlah jiwa yang terdampak masih dihitung oleh petugas.

Pendataan dan pemantauan masih berjalan

BPBD Kota Subulussalam melakukan kajian cepat dan mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Petugas mengevaluasi kondisi serta mendata dampak banjir, disertai pemantauan di wilayah yang masih tergenang.

Bagi warga, genangan yang belum surut berarti rumah dan akses desa belum sepenuhnya pulih. Dampak pada kebun, lahan pertanian, sekolah, dan tempat ibadah juga menjangkau kegiatan sehari-hari, bukan hanya kondisi bangunan yang terendam.

Petugas masih bekerja di lapangan. Bahron Bakti mengatakan, “Hingga kini, wilayah tersebut masih digenangi banjir, airnya dilaporkan belum surut.”

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Hari Pahlawan 2026: Selasa 10 November, Kisah Surabaya dan Status Tema Kemensos