JAKARTA — Anisa Bahar mengungkap biaya operasi revisi hidung terbarunya mencapai sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta setelah menjalani prosedur hidung sebanyak lima kali. Pedangdut itu menyebut tindakannya kali ini bukan untuk membuat hidung lebih mancung, melainkan mengurangi bagian yang dinilai terlalu tinggi.
Pengakuan tersebut disampaikan Anisa saat menjadi bintang tamu sebuah program televisi. Ia mengatakan biaya operasi berbeda menurut jenis tindakan dan kondisi hidung yang ditangani. Operasi revisi, menurut dia, membutuhkan biaya lebih besar daripada tindakan yang disebutnya natural.
Berapa biaya operasi hidung Anisa Bahar?
Anisa menyebut operasi hidung natural memerlukan biaya 3.000 USD, sementara operasi bongkaran atau revisi terbarunya berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta. Nominal itu ia sampaikan dalam perbincangan yang dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
“Kalau natural itu itu 3.000 USD, tapi kan aku kan bongkaran. Bongkaran tuh Rp60 juta Rp70 juta,” kata Anisa dalam program televisi tersebut.
Biaya revisi itu berkaitan dengan perubahan yang ingin ia lakukan pada bentuk hidung. Anisa merasa bagian tertentu terlalu tinggi dan ingin hasil yang lebih proporsional. Jadi, tujuan operasi terakhirnya bukan menambah kemancungan.
Anisa Bahar operasi hidung lima kali
Anisa membenarkan bahwa ia telah menjalani operasi hidung sebanyak lima kali. Pengalaman itu bermula dari kecelakaan yang dialaminya pada 1997, yang menyebabkan hidungnya cedera dan memerlukan penanganan medis melalui operasi.
“Jadi, total operasi lima kali,” ungkap Anisa.
Namun, bentuk hidung setelah tindakan awal belum sesuai dengan harapannya. Ia menyebut hidungnya masih terlihat miring, sementara bentuk yang terlalu tinggi juga membuatnya merasa tidak nyaman. Kondisi itu mendorongnya menjalani operasi perbaikan.
“Karena satu ketinggian, kedua itu kayaknya di sini aku kayak terganggu gitu loh,” jelasnya.
Anisa juga menceritakan keluhan yang menyertai bentuk hidung tersebut. Ia mengaku hidungnya kerap tersumbat dan terlihat tidak simetris. “Ya, mampet terus, miring terus,” katanya.
Operasi revisi untuk memperbaiki bentuk dan kenyamanan
Pengalaman Anisa memperlihatkan bahwa operasi hidung tidak selalu dilakukan untuk mengubah penampilan ke arah yang lebih mancung. Dalam kasusnya, tindakan revisi justru ditujukan untuk mengurangi bagian yang dianggap terlalu tinggi sekaligus memperbaiki bentuk yang masih mengganggu.
Perbedaan tindakan juga berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan. Anisa membedakan prosedur natural dengan operasi bongkaran, yang menurut pengakuannya memerlukan dana sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta. Ia tidak menyebutkan rincian komponen biaya tersebut, tetapi menjelaskan bahwa kebutuhan operasi bergantung pada kondisi hidung dan jenis perbaikan yang dilakukan.
Bagi orang yang mempertimbangkan prosedur serupa, kisah ini menunjukkan bahwa operasi revisi dapat menjadi bagian dari perjalanan setelah tindakan awal, terutama ketika hasil atau kondisi fisik masih menimbulkan keluhan. Biaya yang disebut Anisa merupakan pengalaman pribadinya, bukan patokan umum untuk semua pasien, sebab ia sendiri menekankan perbedaan jenis tindakan dan kondisi yang ditangani.
Anisa juga menegaskan arah perubahan yang ia inginkan pada operasi terakhir: bukan menambah tinggi hidung, melainkan mengurangi bagian yang dirasa berlebihan agar tampak lebih proporsional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.