Sabtu, 31 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pita Magnetik Fujifilm: Produksi Naik Lima Kali pada 2028

Pita Magnetik Fujifilm
Pita Magnetik Fujifilm Foto: TechRadar

ODAWARA — Fujifilm akan meningkatkan kapasitas produksi pita magnetik lima kali lipat pada tahun fiskal 2028. Perusahaan Jepang itu menyiapkan ¥10 miliar untuk memperluas pabrik Odawara, dekat Tokyo, saat kebutuhan penyimpanan data meningkat karena penggunaan kecerdasan buatan (AI).

Investasi ini menjadi yang terbesar Fujifilm untuk produksi pita magnetik dalam sekitar 20 tahun. Langkah tersebut menempatkan media penyimpanan lama itu kembali dalam perhatian industri, ketika pusat data dan organisasi lain perlu menyimpan volume informasi yang terus membesar.

Mengapa pita magnetik kembali diminati?

Pita magnetik memungkinkan organisasi menyimpan banyak data tanpa terus menghubungkan medianya ke jaringan komputer. Kartrid dapat disimpan secara luring dan dipakai untuk cadangan informasi yang perlu dipertahankan selama bertahun-tahun, meski tidak harus diakses seketika.

Pusat data, lembaga keuangan, dan organisasi riset memanfaatkan penyimpanan semacam ini untuk menjaga salinan cadangan. Karena pita yang disimpan tidak tersambung ke sistem operasional, paparan terhadap serangan jarak jauh dapat berkurang. Namun, penyimpanan luring bukan perlindungan mutlak: kerusakan fisik dan kesalahan penanganan tetap menjadi risiko.

Teknologi ini bukan barang baru. Fujifilm mulai mengembangkannya pada 1954 untuk peralatan penyiaran televisi, lalu memperluas penggunaannya ke perekaman audio dan video. Kini, alasan pemakaiannya bergeser: perusahaan mencari cara yang terjangkau untuk menahan data dalam jumlah besar tanpa menempatkan semuanya pada media berkecepatan tinggi yang lebih mahal.

Seberapa besar kebutuhan penyimpanan data?

Survei IDC pada 2026 menemukan bahwa 94,7 persen organisasi melaporkan menyimpan volume informasi lebih besar setelah mengadopsi teknologi AI dalam kegiatan operasional. IDC juga memperkirakan produksi data global dapat mencapai 718 zettabyte pada 2030, sekitar empat kali volume pada 2024.

Satu zettabyte setara dengan satu miliar terabyte. Skala itu membantu menjelaskan mengapa perusahaan penyimpanan mencari beragam pilihan: sebagian data perlu cepat diakses, sementara data lain cukup disimpan aman untuk jangka panjang.

Dampaknya terasa pada cara organisasi membagi anggaran penyimpanan. Data yang sering dipakai dapat ditempatkan pada sistem cepat, sedangkan arsip dan salinan cadangan bisa disimpan pada media yang lebih murah. Pita magnetik menawarkan pilihan untuk kebutuhan kedua, tanpa menggantikan SSD atau hard disk drive (HDD) yang tetap dibutuhkan untuk akses cepat dan kapasitas lain.

Berapa biaya pita magnetik dibanding HDD?

Menurut analisis Fujifilm bersama Brad Johns Consulting, penyimpanan pita magnetik berbiaya sekitar 1 sen per GB. Sebagai pembanding, penyimpanan HDD mentah berharga 3–3,5 sen per GB.

Untuk 100 TB data, perhitungan itu setara dengan biaya sekitar $1.000 pada pita magnetik, dibandingkan $3.000 hingga $3.500 pada HDD. Analisis tersebut memperkirakan potensi penghematan sekitar 67–71 persen.

Perbandingan itu memberi gambaran mengapa pita masih menarik untuk arsip berskala besar, terutama saat perusahaan tidak memerlukan akses instan ke setiap berkas. Namun, angka biaya tersebut berasal dari analisis Fujifilm dan Brad Johns Consulting; pilihan media penyimpanan tetap bergantung pada kecepatan akses dan kebutuhan masing-masing organisasi.

Investasi meluas ke berbagai jenis penyimpanan

Rencana Fujifilm berjalan bersamaan dengan ekspansi di bidang penyimpanan lain. Kioxia berencana menginvestasikan ¥5 triliun bersama mitra asal Amerika Serikat, Sandisk, selama enam tahun untuk memperluas produksi memori semikonduktor.

Toshiba akan mengeluarkan sekitar ¥60 miliar untuk memperbesar pabrik hard disk di Filipina dan menggandakan kapasitas manufakturnya. Hoya merencanakan investasi ¥50 miliar di Vietnam untuk memproduksi substrat kaca yang digunakan pada hard disk, sementara NHK Spring menguraikan tambahan belanja produksi sebesar ¥35 miliar.

Rangkaian rencana itu menunjukkan bahwa kebangkitan pita magnetik tidak berarti industri meninggalkan SSD atau HDD. Perusahaan justru menambah kapasitas di beberapa jenis media, dengan fungsi, kecepatan, dan biaya yang berbeda. Bagi pengelola data, pita menjadi opsi untuk menyimpan arsip luring saat kebutuhan kapasitas tumbuh dan biaya penyimpanan ikut diperhitungkan.

Fujifilm menargetkan kapasitas produksi pita magnetiknya meningkat lima kali lipat pada tahun fiskal 2028.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis