Ketika layanan AI dikelola perusahaan asing, data pemerintah dan akses terhadap model dapat bergantung pada keputusan penyedia. Shalev Hulio, mantan CEO sekaligus salah satu pendiri NSO Group, mendesak pemerintah mengembangkan AI berdaulat sendiri dan mengurangi ketergantungan pada perusahaan AI Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Hulio mengatakan setiap pemerintah perlu memiliki model AI sendiri agar tidak kehilangan akses ke infrastruktur yang dianggapnya penting bagi keamanan nasional. Ia kini memimpin Dream, perusahaan pertahanan siber berbasis AI yang ikut menawarkan teknologi untuk membangun model pemerintah.
“Setiap pemerintah seharusnya memiliki model sendiri,” kata Hulio kepada Financial Times. Ia memperingatkan penyedia dapat menghentikan akses suatu hari, sementara AI sudah menjadi infrastruktur kritis.
AI berdaulat dan kendali atas infrastruktur
Gagasan AI berdaulat mengacu pada kemampuan suatu negara atau lembaga pemerintah mengembangkan dan menjalankan model AI dengan kendali lebih besar atas data serta infrastrukturnya. Dalam pendekatan yang ditawarkan Dream, model disesuaikan untuk kebutuhan pemerintah dan dilatih menggunakan data pelanggan.
Hulio menyebut pemerintah sebaiknya tidak menyerahkan data terkait keamanan nasional kepada perusahaan AI Amerika Serikat tanpa mempertimbangkan risikonya. Kekhawatirannya bukan hanya soal lokasi penyimpanan data. Ketergantungan pada penyedia eksternal juga dapat membuat layanan penting rentan terhadap perubahan kebijakan atau penghentian akses.
Ia menyarankan model khusus yang cakupannya lebih sempit, tetapi tetap mampu menangani kebutuhan tertentu dengan cepat. “Kami mengatakan kepada entitas di pemerintahan, Anda seharusnya memiliki model yang sangat khusus tetapi sangat cerdas, yang dapat berjalan sangat cepat dengan satu, dua, atau tiga GPU,” ujar Hulio kepada Financial Times.
Bagi pemerintah, pilihan itu membawa konsekuensi praktis. Model yang dirancang untuk tugas tertentu berpotensi lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga, sementara penggunaan data pelanggan dapat membantu penyempurnaan model. Namun, bahan sumber tidak merinci biaya penerapan, skema pengamanan data, atau evaluasi independen atas produk Dream.
Rekam jejak Pegasus membayangi seruan Hulio
Seruan Hulio datang dari sosok dengan latar yang kontroversial. Ia ikut mendirikan NSO Group, perusahaan Israel di balik Pegasus, perangkat lunak pengintai yang digunakan untuk menargetkan politisi, jurnalis, pemimpin bisnis, dan pihak lain di berbagai negara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.