Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

KSP Dukung Penguatan Literasi Digital dan Koding di SDN Adisutjipto 2 Yogyakarta

KSP Dukung Penguatan Literasi Digital dan Koding di SDN Adisutjipto 2 Yogyakarta
KSP Dukung Penguatan Literasi Digital dan Koding di SDN Adisutjipto 2 Yogyakarta

YOGYAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendukung penguatan literasi digital dan koding di SD Negeri Adisutjipto 2 Yogyakarta saat berkunjung pada Minggu (1/11). Sekolah itu dikembangkan sebagai model pembelajaran mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Kunjungan tersebut juga menandai peresmian renovasi sekolah. Listyo menandatangani prasasti peresmian, sekaligus meninjau fasilitas dan kegiatan belajar yang menggabungkan teknologi dengan pengalaman langsung.

Bagaimana koding dan literasi digital diterapkan?

SD Negeri Adisutjipto 2 menerapkan Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Pendekatan itu diarahkan agar siswa tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga mengasah nalar kritis, kreativitas, kolaborasi, dan karakter.

Tujuannya bukan sekadar membuat anak akrab dengan perangkat digital. Siswa diharapkan mampu menciptakan sesuatu dengan teknologi dan menggunakannya secara bijak serta bertanggung jawab. Perubahan ini penting karena pembelajaran teknologi dapat memberi manfaat lebih luas ketika anak memahami cara memakainya, bukan hanya menjadi pengguna.

Fasilitas sekolah ikut mendukung proses tersebut. Sekolah mengembangkan ruang broadcasting, perpustakaan, dan Papan Interaktif Digital (PID). Perpustakaan diarahkan untuk memperkuat budaya baca, sedangkan PID membantu guru menyajikan pembelajaran yang lebih interaktif.

Pemanfaatan papan digital itu menjadi bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang didorong Presiden Prabowo Subianto. Bagi siswa, pengalaman belajar dengan perangkat interaktif dapat melengkapi kegiatan di kelas, sementara kemampuan membaca tetap mendapat tempat melalui pengembangan perpustakaan.

Belajar STEM lewat lahan sekolah

Pengembangan sekolah tidak hanya berlangsung di ruang kelas. SD Negeri Adisutjipto 2 menyiapkan Lahan Sekolah Produktif sebagai laboratorium pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Di lahan itu, siswa dikenalkan pada tanaman obat keluarga, manfaatnya, serta peluang mengolahnya menjadi produk yang berguna. Salah satu rencana sekolah adalah mengolah serai menjadi bahan baku pengharum ruangan, yang nantinya dibuat langsung oleh peserta didik.

Contoh tersebut menghubungkan pelajaran dengan aktivitas nyata. Siswa dapat mengenali tanaman, memahami kegunaannya, lalu melihat bagaimana bahan di sekitar mereka bisa diolah. Pengalaman semacam ini memberi ruang bagi anak untuk berlatih memecahkan masalah dan mengembangkan keterampilan yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis