JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Senin (2/11) mengecualikan saham HSC dari kriteria seleksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham itu masih dapat diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak lagi memengaruhi indeks acuan pasar saham tersebut.
Perubahan ini menyentuh 80 saham yang masuk kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi berdasarkan data BEI hingga 13 Oktober 2026. Bagi investor, dampaknya ada pada cara membaca IHSG: indeks tidak lagi memasukkan saham HSC dalam kriteria seleksinya, sementara transaksi saham tersebut tetap berlangsung di bursa.
Apa dampak saham HSC terhadap IHSG?
Saham HSC tidak lagi diperhitungkan dalam seleksi IHSG, tetapi tidak dihapus dari perdagangan. BEI juga mengecualikan saham kategori ini dari sejumlah indeks unggulan, termasuk IDX30, LQ45, dan IDX80.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan perbedaan antara pengecualian dari indeks dan penghapusan saham dari bursa. “Bukan delisting, tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG.
Saham-saham dalam High Shareholding Concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship seperti IDX30, LQ45, dan IDX80,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di BEI, Senin (19/10).
Dengan demikian, investor tetap bisa membeli dan menjual saham yang masuk kategori HSC. Yang berubah adalah pengaruhnya terhadap indeks, bukan status perdagangannya. Pergerakan IHSG pun tidak lagi bergantung pada perubahan harga saham-saham tersebut.
Kebijakan itu penting karena IHSG kerap dipakai untuk melihat arah pasar saham secara umum. Ketika saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi masuk dalam kriteria seleksi, pergerakan indeks berpotensi kurang menggambarkan dinamika pasar yang lebih luas. BEI menyatakan penyesuaian dilakukan agar IHSG lebih mampu mencerminkan kondisi pasar.
Mengapa BEI mengecualikan saham HSC?
HSC atau High Shareholding Concentration menggambarkan kepemilikan perusahaan yang terpusat pada segelintir pemegang saham. Akibatnya, porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan bebas oleh publik atau free float menjadi terbatas.
Free float yang terbatas dapat memengaruhi likuiditas. Dalam kondisi tertentu, jumlah saham yang relatif sedikit di pasar juga membuat harga lebih mudah berfluktuasi. Karakteristik itu menjadi salah satu pertimbangan BEI dalam menilai saham yang layak masuk ke kriteria seleksi indeks.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.