Namun, kategori HSC tidak otomatis berarti perusahaan melanggar aturan. Bagi investor, status tersebut memberi informasi tentang struktur kepemilikan dan karakteristik perdagangan saham. Penilaian terhadap saham tetap perlu membedakan indikator konsentrasi kepemilikan dari kesimpulan mengenai kepatuhan perusahaan.
BEI menetapkan perubahan melalui pengumuman Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 yang diterbitkan pada Rabu (21/10). Sebelumnya, seluruh saham perusahaan tercatat dapat masuk evaluasi IHSG, kecuali saham di Papan Akselerasi. Setelah penyesuaian, saham HSC turut dikecualikan.
Jadwal evaluasi IHSG juga berubah
BEI menggeser periode evaluasi reguler IHSG dari Maret, Juni, September, dan Desember menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober. Hari efektif penyesuaian juga berubah: dari hari bursa pertama pada Januari, April, Juli, dan Oktober menjadi hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, dan November.
Perubahan jadwal itu berjalan bersama mekanisme evaluasi insidental. Jika suatu saham masuk atau keluar kategori HSC di luar periode reguler, BEI akan menyesuaikan statusnya dalam IHSG melalui mekanisme tersebut. Dengan begitu, perubahan kategori tidak harus menunggu evaluasi berikutnya.
Adapun metode penghitungan indeks tidak berubah. IHSG tetap memakai Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted, dengan batas maksimum pembobotan atau cap sebesar 9 persen. BEI menyebut penyesuaian kriteria dan jadwal evaluasi sebagai bagian dari upaya membuat indeks lebih mencerminkan pergerakan pasar.
Jeffrey menekankan, investor tetap dapat bertransaksi saham HSC di bursa, meski saham-saham itu tidak masuk dalam penghitungan IHSG dan sejumlah indeks unggulan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.