JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 94,03 poin atau 1,51% ke level 6.147,86 pada penutupan perdagangan Senin, 28 September 2026. Kejatuhan ini dipicu oleh kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghapus batas harga minimum saham Rp50 menjadi Rp1, efektif berlaku hari ini.
Koreksi tajam ini melanjutkan tren pelemahan IHSG yang juga terjadi pekan lalu. Jumat (26/9), IHSG masih berada di 6.241,89. Perdagangan hari ini dibuka dengan zona merah di level 6.209,75, sempat menyentuh level tertinggi harian 6.227,90, sebelum kemudian berbalik longsor hingga ke level terendah 6.140,34.
Kebijakan Saham Rp1 Guncang Pasar
Penyebab utama anjloknya IHSG hari ini adalah pemberlakuan aturan baru BEI yang menghilangkan batas minimum harga saham Rp50, kini menjadi Rp1. Kebijakan ini langsung direspons negatif oleh pasar. Pada sesi I, IHSG terpantau anjlok 1% atau terkoreksi 62,19 poin ke 6.179,71 pada pukul 10.27 WIB, seperti dilansir ObrolanBisnis. Bloomberg Technoz juga mencatat pelemahan 0,97% ke 6.181 di sesi I, dengan saham GOTO menjadi salah satu pemberat utama.
Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, sebelumnya menyatakan bahwa semua anggota bursa telah siap mengimplementasikan kebijakan baru ini. Sekitar 20 emiten yang sebelumnya “nyangkut” di harga Rp50, kini dapat diperdagangkan sesuai mekanisme penawaran dan permintaan, membuka potensi penurunan harga yang lebih dalam. Total nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp12,49 triliun dengan volume 37,24 miliar lembar saham.
30 Saham ARB, 15 Saham ARA Beri Kejutan
Kebijakan baru ini menyebabkan 30 saham mengalami Auto Rejection Bawah (ARB) berjemaah, termasuk di antaranya FORU, LIFE, LPKR, dan GOTO. Pada satu jam pertama perdagangan, 30 saham anjlok ARB, membuat IHSG jatuh 47,16 poin (0,76%) ke 6.194,72, dengan 14,86 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp3,56 triliun, menurut laporan Investor.id.
Saham-saham pemberat (laggards) yang paling menekan IHSG hari ini, berdasarkan data Bloomberg, adalah GOTO yang mengurangi 12,9 poin, MORA (-4,43 poin), BBCA (-4,43 poin), FORU (-3,1 poin), dan TLKM (-2,78 poin).
Namun, di tengah tekanan jual yang masif, 15 saham justru mencatatkan Auto Rejection Atas (ARA) hingga 34%. Beberapa di antaranya adalah TAMU yang melesat 34,6% ke Rp35, BLTA melejit 34,3% menjadi Rp43, MIRA melonjak 33,3% ke Rp32, PBRX 33,3% ke Rp32, PPRO 33,3% ke Rp20, VIVA 33,3% ke Rp48, ANDI 31,8% ke Rp29, dan BEKS 31,8% ke Rp29. Secara keseluruhan, 192 saham naik, 554 turun, dan 217 stagnan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.