Volume sesi terakhir sebesar 2.142.300 saham, hanya sekitar 0,6 kali rata-rata 20 hari sebanyak 3.787.885 saham. OBV yang turun menambah kekhawatiran bahwa akumulasi belum terlihat. Dengan transaksi yang lebih sepi dari rata-rata, kenaikan harga—jika terjadi—belum tentu memiliki dukungan partisipasi yang kuat.
Volatilitasnya juga perlu diperhitungkan. ATR sebesar Rp1.266,07, atau 5,2% dari harga, menandakan ruang gerak harian yang lebar. Pita Bollinger memiliki lebar 15,4%—dalam kategori normal—dengan %B 36%, sehingga harga berada di bawah titik tengah pita, tetapi belum dekat dengan batas bawah Rp22.819,38. Belum ada indikasi bahwa saham sudah menyentuh ekstrem bawah Bollinger; tekanan masih dapat berlanjut sebelum area itu diuji.
Level yang menentukan skenario
Support 20 hari berada di Rp22.525, sedangkan resistance 20 hari terletak di Rp26.500. Jika support ditembus, perhatian beralih ke low tiga bulan di Rp21.050. Sebaliknya, pemulihan perlu melewati SMA20 dan SMA50 terlebih dahulu; resistance Rp26.500 menjadi rintangan penting untuk menguji apakah momentum positif MACD dapat berkembang menjadi perubahan struktur harga.
Harga + 1,5 ATR berada di Rp26.099,11, sedangkan harga − 1,5 ATR di Rp22.300,89. Kedua acuan ini menggambarkan besarnya ruang volatilitas, bukan jaminan bahwa harga akan bergerak ke sana. Dengan OBV menurun dan tren harga masih di bawah kedua SMA, risiko penembusan ke bawah support tetap perlu diperhatikan.
Verdict Teknikal: LAYAK JUAL
Bias teknikal data adalah bearish. Death cross yang terbentuk dua sesi lalu, posisi harga di bawah SMA20 dan SMA50, serta OBV yang turun lebih kuat daripada perbaikan histogram MACD yang masih negatif. Verdict ini batal jika harga menembus resistance 20 hari Rp26.500 dan bertahan di atasnya, karena hal itu akan melemahkan struktur bearish saat ini.
- Entry Price (acuan): Rp24.200, yakni harga terakhir; posisi ini merupakan acuan pengamatan, bukan rekomendasi transaksi.
- Target keluar: Rp22.525, pada support 20 hari; jika level itu ditembus, acuan berikutnya adalah low tiga bulan Rp21.050.
- Stop Loss: Rp26.500, di atas resistance 20 hari sebagai batas pengaman skenario bearish.
Dalam bahasa sederhana, arah saham masih lebih berisiko turun daripada naik, meskipun beberapa indikator menunjukkan momentum pelemahan mulai mereda.
| Data teknikal UNTR | Nilai |
|---|---|
| Harga terakhir, Jumat 30 Oktober 2026 | Rp24.200 |
| Perubahan 1 hari / 5 hari / 1 bulan | -1,43% / -4,35% / -6,92% |
| SMA20 / SMA50 | Rp24.723,75 / Rp24.992,50 |
| Support / resistance 20 hari | Rp22.525 / Rp26.500 |
| RSI / Stochastic %K-%D | 46,5 / 57,8-68,5 |
| MACD / histogram | -27,947 / 41,287 |
| ATR(14) | Rp1.266,07 |
Data Ringkas UNTR
| Harga terakhir | 24.200,00 IDR |
| Perubahan 1 hari / 5 hari / 1 bulan | -1,43% / -4,35% / -6,92% |
| Tren / MA-cross | downtrend / death |
| SMA20 / SMA50 | 24.723,75 / 24.992,50 |
| RSI (14) / Stochastic %K | 46,5 / 57,8 |
| Bollinger %B / ATR | 36% / 1.266,07 |
| Support / Resistance 20 hari | 22.525,00 / 26.500,00 |
| Data per | 30 Oktober 2026 16:03 WIB |
Disclaimer: Analisa teknikal ini disusun otomatis dari data bursa (via Yahoo Finance) dan indikator yang dihitung JournalArta, untuk informasi dan edukasi. Verdict serta level entry, target, dan stop loss bukan saran investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada pembaca.
Pantau harga saham UNTR setiap hari: harga, support/resistance & riwayat analisis UNTR.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.