Mengapa AMRT dibahas hari ini
- Ditutup di level terendah 20 hari (900,00)
- Dekat dasar 3 bulan (900,00)
- RSI(14) 22,6 — zona jenuh jual (oversold)
- Tren turun berlanjut (5 hari -13,88%)
Dipilih otomatis dari 98 saham IDX (Indonesia) berdasarkan skor sinyal teknikal dengan pengacakan berbobot harian — bukan rekomendasi.
Penurunan AMRT hingga Rp900 pada Senin, 2 November 2026 menempatkan saham Alfamart di dasar rentang perdagangan terkini, sehingga pemegang saham menghadapi tekanan harga sementara calon pembeli berhadapan dengan risiko volatilitas yang tinggi. Saham ditutup turun 1,64% dalam sehari dan telah melemah 13,88% dalam lima hari; meski RSI menunjukkan kondisi jenuh jual dan OBV naik, sinyal itu belum cukup mengonfirmasi pembalikan tren.
Tren turun menekan struktur harga

Harga AMRT berada jauh di bawah SMA20 sebesar Rp1.105 dan SMA50 sebesar Rp1.230,50. SMA20 sendiri turun 6,87% dalam lima hari, menandakan tekanan tidak hanya tercermin pada harga terakhir, tetapi juga merambat ke rata-rata pergerakan jangka pendek. Belum ada persilangan MA baru, sehingga belum muncul sinyal perubahan struktur tren dari indikator tersebut.
Pelemahan sebulan mencapai 28,57%. Harga kini berada di level support 20 hari sekaligus low tiga bulan, yakni Rp900, sementara high tiga bulannya Rp1.455. Posisi di dasar rentang membuat level Rp900 penting: bila bertahan, area itu dapat menjadi pijakan pemantulan; bila ditembus, struktur teknikal akan semakin rapuh.
Seperti terlihat pada grafik, harga juga berada dekat batas bawah Bollinger, tetapi pita yang melebar menunjukkan pergerakan masih berlangsung dalam kondisi volatil.
[ GRAFIK-HARGA ]
Jenuh jual belum berarti berbalik
RSI(14) berada di 22,6 dan Stochastic mencatat %K 0,0 serta %D 4,1. Keduanya berada di zona oversold, yang berarti tekanan jual telah membawa harga ke wilayah ekstrem menurut indikator momentum. Namun, kondisi jenuh jual bukan sinyal pembalikan dengan sendirinya: harga dapat bertahan rendah selama tren turun belum menunjukkan tanda pemulihan.
MACD masih negatif, di -88,782 dibandingkan garis sinyal -71,711, dengan histogram -17,070. Posisi ini mengonfirmasi momentum penurunan, sehingga pembacaan oversold berhadapan dengan sinyal tren yang masih lemah. Untuk memperkuat dugaan pemulihan, diperlukan perubahan momentum, bukan hanya RSI atau Stochastic yang sudah berada di level rendah.
[ GRAFIK-MOMENTUM ]
Volatilitas tinggi, konfirmasi volume belum kuat
Bollinger %B sebesar 8% menempatkan harga dekat bagian bawah pita, sementara lebar pita 44,6% menunjukkan volatilitas tinggi. ATR sebesar Rp73,21, setara 8,1% dari harga, juga menggarisbawahi bahwa rentang pergerakan harian berpotensi lebar. Dalam situasi seperti ini, pantulan singkat dapat terjadi tanpa mengubah tren utama.
Volume terakhir tercatat 58.708.600 saham, lebih rendah daripada rata-rata 20 hari sebesar 89.244.450 saham, atau sekitar 0,7 kali normal. OBV naik, sebuah sinyal yang berbeda dari arah harga dan dapat mengindikasikan akumulasi pada sebagian transaksi. Tetapi partisipasi yang lebih rendah dari rata-rata membuatnya belum menjadi konfirmasi kuat bahwa tekanan jual telah berakhir.
Level yang menentukan skenario
Rp900 menjadi support utama karena sekaligus merupakan support 20 hari dan low tiga bulan. Di sisi atas, resistance 20 hari berada pada Rp1.270, sedangkan high tiga bulan tercatat Rp1.455. Jarak antara harga sekarang dan resistance terdekat memperlihatkan bahwa pemulihan perlu melewati beberapa hambatan sebelum struktur harga membaik.
Jika harga bertahan di Rp900 dan momentum membaik, ruang pemantulan dapat terbuka menuju area acuan Rp1.009,82, yakni harga ditambah 1,5 kali ATR. Namun, pergerakan ke sana belum otomatis mengubah tren selama harga masih di bawah SMA20. Sebaliknya, apabila support Rp900 gagal dipertahankan, acuan harga dikurangi 1,5 kali ATR berada di Rp790,18. Level tersebut merupakan ukuran risiko volatilitas, bukan kepastian tujuan penurunan.
Verdict Teknikal: TAHAN
Bias teknikal yang tercatat adalah netral, sehingga penilaian tetap TAHAN (wait & see). Alasannya, RSI dan Stochastic sudah oversold, tetapi MACD masih negatif dan harga berada di bawah SMA20 maupun SMA50; OBV yang naik memberi sinyal berlawanan, sementara volume terakhir hanya 0,7 kali rata-rata. Verdict ini batal jika harga menembus ke bawah support Rp900.
- Entry Price ideal: area Rp900, dengan konfirmasi bahwa support bertahan dan momentum mulai membaik.
- Exit/Target Price: Rp1.009,82 sebagai acuan pemantulan berbasis 1,5 kali ATR; resistance 20 hari berikutnya berada di Rp1.270.
- Stop Loss: Rp790,18, berdasarkan harga dikurangi 1,5 kali ATR.
Dalam bahasa sederhana, AMRT sedang berada di titik harga yang lemah: tanda jenuh jual sudah muncul, tetapi bukti bahwa penurunan benar-benar berhenti masih belum cukup.
Data Ringkas AMRT
| Harga terakhir | 900,00 IDR |
| Perubahan 1 hari / 5 hari / 1 bulan | -1,64% / -13,88% / -28,57% |
| Tren / MA-cross | downtrend / none |
| SMA20 / SMA50 | 1.105,00 / 1.230,50 |
| RSI (14) / Stochastic %K | 22,6 / 0,0 |
| Bollinger %B / ATR | 8% / 73,21 |
| Support / Resistance 20 hari | 900,00 / 1.270,00 |
| Data per | 2 November 2026 16:12 WIB |
Disclaimer: Analisa teknikal ini disusun otomatis dari data bursa (via Yahoo Finance) dan indikator yang dihitung JournalArta, untuk informasi dan edukasi. Verdict serta level entry, target, dan stop loss bukan saran investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada pembaca.
Pantau harga saham AMRT setiap hari: harga, support/resistance & riwayat analisis AMRT.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.