Rabu, 4 November 2026 WIB
DAERAH

Dampak Banjir Lahar Semeru: Tiga Sabo Dam Terkikis

Dampak banjir lahar Semeru pada sabo dam dan tanggul sungai
Material lahar mengikis bangunan sabo dam dan tanggul sungai di kawasan terdampak Semeru. (Ilustrasi: AI)

LUMAJANG — Dampak banjir lahar Semeru merusak sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur kawasan gunung pada Senin (2/11). Tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung mengalami pengikisan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan identifikasi kerusakan dan kebutuhan penanganan. Namun, pekerjaan darurat di lokasi belum dapat dimulai karena kondisi masih berbahaya dan debit sungai berpotensi meningkat.

Kementerian PU melalui Satgas Penanggulangan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas memeriksa infrastruktur sumber daya air yang terdampak. Hasil awal juga menemukan tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik pada proyek VDRRSL S4 KD 3.

Dampak banjir lahar Semeru pada infrastruktur

Petugas menginventarisasi kerusakan untuk mengetahui kondisi setiap lokasi sekaligus menyiapkan kebutuhan penanganan. Pengikisan pada sabo dam dan tanggul sungai menjadi perhatian karena bangunan itu berada di jalur aliran yang membawa material vulkanik.

Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor mengatakan satgas lebih dulu mengevakuasi personel dan peralatan proyek dari area terdampak. Langkah itu dilakukan sebelum penanganan fisik dilaksanakan.

“BBWS Brantas juga menyiagakan bahan banjiran dan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat apabila kondisi di lapangan telah dinyatakan aman,” kata Muhammad Noor.

BBWS Brantas meninjau Sungai Regoyo, DAS Rejali, dan Wilayah Sungai Bondoyudo-Bedadung, termasuk Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Air di Sungai Regoyo telah surut, tetapi hujan yang masih tinggi di kawasan Gunung Semeru membuat potensi kenaikan debit belum dapat diabaikan.

Mengapa penanganan darurat belum dimulai?

Petugas belum dapat melakukan pekerjaan darurat secara fisik karena situasi di lokasi masih berbahaya. BBWS Brantas akan mengerahkan alat berat, personel tanggap darurat, dan material penanganan setelah kondisi dinyatakan aman.

Tim juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru. Informasi aktivitas vulkanik, cuaca, serta kemungkinan peningkatan debit sungai menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.

Bagi warga di sekitar aliran sungai, kondisi air yang surut belum berarti risiko telah berakhir. Perubahan debit dapat membawa material lahar ke kawasan yang sama, sehingga pembatasan aktivitas dan kesiapsiagaan menjadi penting sampai keadaan dinilai aman.

Hujan deras picu aliran material vulkanik

Banjir lahar dingin terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur puncak dan lereng Semeru serta kawasan sekitar aliran sungai. Peristiwa berlangsung pada Senin (2/11), sekitar pukul 00.14 hingga 05.32 WIB.

Laporan BBWS Brantas mencatat curah hujan mencapai 134,6 mm dalam pengamatan pukul 00.00–06.30 WIB. Hujan tersebut meningkatkan debit sungai dan membawa material vulkanik dengan perkiraan ukuran amax 25–65 mm.

Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga), berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Di luar radius itu, warga juga diminta menjauhi jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar. Dody menyatakan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan dampak bencana. “Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →