Rabu, 4 November 2026 WIB
EKONOMI

Momentum Melemah, Saham BMRI Melemah 2.97% pada Selasa

Logo Bank Mandiri — ilustrasi JournalArta
Logo Bank Mandiri — ilustrasi JournalArta

Mengapa BMRI dibahas hari ini

  • Histogram MACD baru berbalik negatif
  • Tren turun berlanjut (5 hari -7,24%)
  • Belum dibahas JournalArta dalam 14 hari terakhir

Dipilih otomatis dari 98 saham IDX (Indonesia) berdasarkan skor sinyal teknikal dengan pengacakan berbobot harian — bukan rekomendasi.

Histogram MACD BMRI berbalik negatif ketika saham ini turun 7,24% dalam lima hari, mempertegas tekanan yang sudah tercermin pada tren harga. Pada penutupan sesi Selasa, 3 November 2026, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (IDX: BMRI) berada di Rp3.590, turun 2,97% dalam sehari dan 12,44% selama sebulan. Kombinasi harga di bawah rata-rata bergerak, momentum negatif, serta OBV yang menurun membuat risiko penurunan masih dominan.

Tren Harga Masih Menekan

BMRI diperdagangkan di bawah SMA20 Rp3.816 dan SMA50 Rp4.066,40. SMA20 sendiri turun 2,15% dalam lima hari, menandakan tekanan bukan sekadar pelemahan sesaat pada harga, tetapi juga merambat ke rata-rata pergerakan jangka pendek. Belum ada persilangan MA baru; namun posisi kedua SMA di atas harga membentuk area hambatan yang perlu ditembus sebelum struktur teknikal membaik.

Harga berada di 31% rentang antara support dan resistance 20 hari. Artinya, BMRI saat ini lebih dekat ke batas bawah rentang tersebut daripada ke resistancenya. Di sisi lain, saham masih berada di atas titik terendah tiga bulan, Rp3.200. Jarak ini menunjukkan ruang penurunan belum tertutup, terutama jika support terdekat gagal menahan tekanan jual.

Grafik aksi harga BMRI
Grafik aksi harga BMRI 3 bulan: harga, SMA20/50, Bollinger, support & resistance. Data: bursa via Yahoo Finance.

Seperti terlihat pada grafik harga, Bollinger Band membentang dari Rp3.415,38 hingga Rp4.216,62, dengan garis tengah pada Rp3.816. Posisi %B sebesar 22% menempatkan harga di bagian bawah pita, tetapi belum menunjukkan bahwa harga telah menembus batas bawah. Lebar pita 21% dan ATR Rp187,14, setara 5,2% dari harga, sama-sama mengisyaratkan volatilitas tinggi: perubahan arah bisa berlangsung cepat, tetapi ayunan besar juga meningkatkan risiko apabila support ditembus.

Momentum Belum Mengonfirmasi Pembalikan

RSI 14 hari berada di 35,3 dan dikategorikan netral. Angka ini menunjukkan momentum lemah, tetapi belum masuk kondisi jenuh jual menurut data yang tersedia. Stochastic juga netral, dengan %K 49,4 berada di bawah %D 56,9. Kedua oscillator belum memberi konfirmasi kuat bahwa tekanan jual telah berakhir.

Lebih tegas, MACD tercatat -101,152, di bawah garis sinyal -97,842, dengan histogram -3,310. Histogram yang baru berbalik negatif memperkuat sinyal bahwa momentum sedang melemah. Ini menjadi perhatian karena tekanan tersebut hadir bersama tren turun, bukan ketika harga sedang membentuk tren naik yang sehat.

Belum ada tanda pembalikan kuat.

Grafik momentum BMRI
Grafik momentum BMRI: RSI(14), MACD, Stochastic. Data: bursa via Yahoo Finance.

Volume terakhir sebanyak 215.755.100 saham, sekitar 0,9 kali rata-rata 20 hari sebesar 244.562.705 saham. Aktivitas transaksi yang di bawah normal tidak dengan sendirinya mengonfirmasi gelombang jual besar. Namun, OBV yang turun menunjukkan akumulasi volume belum mendukung pemulihan harga. Dengan demikian, volume belum menjadi penyeimbang bagi sinyal negatif MACD dan posisi harga di bawah SMA20 serta SMA50.

Level yang Perlu Dicermati

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair