Rabu, 4 November 2026 WIB
POLITIK PEMERINTAHAN

Bart De Wever Ajukan Mundur, Anggaran Belgia Buntu

Bart De Wever Ajukan Mundur, Anggaran Belgia Buntu
Bart De Wever Ajukan Mundur, Anggaran Belgia Buntu

BRUSSEL — Bart De Wever mengajukan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Belgia kepada Raja Philippe pada Senin setelah koalisi pemerintah gagal menyepakati rancangan anggaran 2027. Kebuntuan itu menyangkut upaya menutup defisit negara sebesar 10 miliar euro atau Rp 203 triliun.

Raja Philippe belum memutuskan apakah menerima pengajuan De Wever. Istana menyatakan raja akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai koalisi, sehingga pemerintahan belum langsung memasuki masa sementara dengan kewenangan terbatas.

Keputusan raja menjadi penentu arah negosiasi anggaran. Jika pengunduran diri ditolak atau ditangguhkan, partai-partai masih mendapat ruang untuk mencari kesepakatan; jika diterima, pemerintah akan bekerja dalam kapasitas sementara sampai pengaturan politik baru tercapai.

Mengapa anggaran Belgia menemui jalan buntu?

Negosiasi koalisi lima partai telah tersendat selama berminggu-minggu. Perselisihan utama melibatkan Vooruit, partai sosialis Flemish, dan Gerakan Reformis (MR), partai kanan-tengah berbahasa Prancis.

De Wever bertemu Raja Philippe di Istana Kerajaan di Brussel selama lebih dari 90 menit. Pertemuan berlangsung ketika pemerintah berupaya mencari jalan untuk menangani defisit anggaran yang nilainya mencapai 10 miliar euro.

Besarnya defisit membuat pembahasan anggaran bukan sekadar urusan pembagian belanja antarkementerian. Pemerintah perlu menyepakati langkah penghematan, sementara partai-partai koalisi belum sejalan mengenai rancangan yang harus ditempuh. Selama kesepakatan belum tercapai, ketidakpastian politik dapat menghambat penetapan kerangka belanja negara berikutnya.

De Wever sebelumnya menolak Belgia memasuki tahun baru dengan anggaran sementara. Skema itu memungkinkan pemerintah tetap beroperasi memakai kerangka pengeluaran tahun sebelumnya, tetapi bukan penyelesaian permanen atas perbedaan politik dalam koalisi.

Apa pilihan Raja Philippe atas pengunduran diri?

Raja dapat menunda atau menolak pengunduran diri perdana menteri untuk memberi mitra koalisi waktu tambahan mencapai kesepakatan. Pilihan lain, raja menerima pengunduran diri secara penuh dan pemerintah beralih ke status sementara dengan kekuasaan terbatas.

Istana mengonfirmasi bahwa keputusan belum diambil. “Raja menangguhkan keputusannya dan akan memulai konsultasi dengan presiden dari partai-partai mayoritas besok,” kata Istana Kerajaan dalam pernyataan di platform X.

Konsultasi itu membuka kesempatan bagi para pemimpin partai mayoritas untuk melanjutkan pembicaraan sebelum raja menentukan langkah. Dampaknya terasa langsung pada kepastian pemerintahan dan anggaran: tanpa kompromi, kabinet menghadapi kemungkinan menjalankan tugas dengan ruang kewenangan yang lebih sempit.

Krisis kali ini mengingatkan pada kebuntuan anggaran serupa pada akhir 2025. Ketika itu, pemerintah federal Belgia juga berusaha mencari penghematan sekitar 10 miliar euro atau Rp 203 triliun.

Dalam krisis sebelumnya, De Wever meminta tambahan waktu 50 hari dari raja, alih-alih langsung mengajukan pengunduran diri. Koalisi kemudian mencapai kesepakatan pada 24 November dengan penghematan sebesar 9,2 miliar euro atau Rp 186,76 triliun.

Angka itu menjadi pembanding penting dalam negosiasi sekarang: kesepakatan sebelumnya menghasilkan penghematan 9,2 miliar euro, sementara defisit yang menjadi pokok pembahasan saat ini tercatat 10 miliar euro.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →