BRUSSELS — Anggaran Belgia 2027 kembali buntu pada Senin (2/11/2026), mendorong Perdana Menteri Bart De Wever mengajukan pengunduran diri kepada Raja Philippe. Keputusan raja untuk menerima atau menolaknya masih tertunda.
Kebuntuan terjadi setelah koalisi lima partai gagal menyepakati pemangkasan belanja negara dan kenaikan pajak. Pemerintah membahas dua langkah itu selama berbulan-bulan untuk mengatasi defisit dan tekanan utang Belgia.
Anggaran Belgia 2027 tersandera beda pilihan koalisi
Perbedaan utama muncul dalam cara pemerintah mencari penghematan dan tambahan penerimaan. Partai nasionalis Flandria N-VA yang dipimpin De Wever bersama partai liberal MR mendorong pemangkasan pengeluaran, termasuk di sektor kesehatan.
Mitra koalisi dari kelompok sosialis dan tengah mengusulkan kenaikan pajak bagi masyarakat kaya. Perbedaan itu membuat pemerintah belum mencapai kesepakatan meski perundingan berlangsung berbulan-bulan.
Target fiskalnya besar. Pemerintah Belgia ingin memperoleh penghematan dan tambahan penerimaan sekitar 10 miliar euro hingga 2029 untuk mengurangi defisit anggaran.
De Wever mulai menjabat pada Februari 2025 dengan tekad memperbaiki kondisi keuangan negara. Namun, perbedaan pandangan di antara partai-partai pendukung pemerintahannya menghambat agenda tersebut.
Apa dampak kebuntuan anggaran bagi Belgia?
Jika parlemen dan koalisi tak menyepakati anggaran baru, Belgia berpotensi memakai aturan anggaran sementara pada tahun depan. Mekanisme itu membatasi pengeluaran bulanan pemerintah maksimal seperdua belas dari anggaran tahun sebelumnya.
Pembatasan tersebut dapat mempersempit ruang pemerintah untuk mengatur belanja bulanan sesuai kebutuhan baru. Taruhannya terasa pada pembahasan penghematan, layanan kesehatan, dan rencana peningkatan anggaran pertahanan, sementara beban bunga utang juga terus menekan keuangan negara.
Komisi Eropa memperkirakan utang pemerintah Belgia mencapai 110,5 persen dari produk domestik bruto pada 2026. Defisit anggarannya diproyeksikan sebesar 5,2 persen dari PDB.
Utang yang membesar membuat pembayaran bunga menjadi persoalan tersendiri. De Wever sebelumnya memperingatkan bahwa tanpa penghematan, beban bunga dapat naik dan memaksa pemerintah mengambil pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang yang sudah ada.
Raja Philippe mulai berkonsultasi dengan koalisi
Istana mengonfirmasi pengajuan pengunduran diri De Wever setelah perundingan anggaran kembali gagal. Raja Philippe belum menyatakan apakah akan menerima pengunduran diri tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.