ATHENA — Real Madrid menang 3-2 atas AEK Athena pada lanjutan Liga Champions, Kamis (5/11) dini hari WIB, setelah gol Federico Valverde pada menit ke-90+2 menuntaskan kebangkitan tim tamu. Di Istanbul, Liverpool justru kehilangan keunggulan dua kali dan kalah 2-3 dari Fenerbahce.
Dua pertandingan itu menghadirkan akhir yang kontras: Madrid mengubah tekanan menit-menit terakhir menjadi kemenangan, sementara Liverpool gagal menjaga kendali saat menghadapi tuan rumah. AEK dan Fenerbahce sama-sama sempat membuat lawannya tertinggal atau mengejar skor.
Bagaimana Madrid membalikkan keadaan di Liga Champions?
Madrid dua kali tertinggal di Stadion OPAP Arena. Aboubakary Koita membawa AEK unggul pada menit ke-12, sebelum Jude Bellingham menyamakan skor pada menit ke-32.
AEK kembali memimpin lewat gol Stavros Pilos pada menit ke-75. Namun, Madrid hanya perlu tiga menit untuk merespons. Kylian Mbappe mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-78 dan menghidupkan kembali tekanan ke pertahanan tuan rumah.
Laga berubah drastis menjelang bubaran. Koita menerima kartu merah pada menit ke-90, membuat AEK harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Madrid memanfaatkan keunggulan jumlah pemain itu untuk menggempur hingga Valverde mencetak gol penentu pada menit ke-90+2.
Skor akhir menjadi 3-2 untuk Madrid. Gol pada masa tambahan waktu itu bukan sekadar menghindarkan tim tamu dari hasil imbang; ia mengunci kemenangan setelah mereka dua kali berada dalam posisi tertinggal. Valverde menyelesaikan serangan dengan tembakan jarak jauh, menurut laporan pertandingan yang menjadi sumber pembanding.
Liverpool kehilangan kendali setelah dua kali unggul
Di Stadion Chobani, Istanbul, Liverpool lebih dulu membuka skor melalui Trey Nyoni pada menit ke-25. Fenerbahce menjawab empat menit kemudian lewat Mason Greenwood, sehingga kedua tim menutup babak pertama dengan kedudukan imbang.
Liverpool kembali memimpin pada menit ke-69. Alexander Isak mencetak gol yang membawa tim tamu unggul 2-1. Namun, jarak itu hanya bertahan empat menit sebelum Archie Brown menyamakan kedudukan untuk Fenerbahce.
Gol penentu tuan rumah datang pada menit ke-79. Vedat Muriqi menuntaskan serangan terstruktur dan membawa Fenerbahce berbalik unggul 3-2. Liverpool tak mampu membalas hingga pertandingan selesai.
Kekalahan ini membuat Liverpool gagal mempertahankan awal sempurnanya di kompetisi, sementara Fenerbahce mengubah pertandingan melalui respons cepat setiap kali tertinggal. Untuk Liverpool, persoalannya bukan hanya kebobolan tiga gol, melainkan kegagalan menjaga keunggulan ketika lawan segera menaikkan tekanan.
Dua akhir laga, dua cerita berbeda
Madrid menunjukkan ketenangan untuk terus menyerang setelah gol penyama Mbappe, lalu memakai kelebihan pemain pada fase akhir. AEK, yang sudah dua kali unggul, tak sanggup menahan gelombang serangan setelah kehilangan Koita. Kartu merah itu menjadi titik balik paling menentukan di Athena.
Fenerbahce mengambil jalur berbeda. Mereka merespons gol Liverpool dengan cepat dan akhirnya memanfaatkan serangan terstruktur untuk mencetak gol kemenangan. Perbedaan hasil kedua laga memperlihatkan pentingnya mengelola momentum: Madrid menemukan gol penentu pada menit ke-90+2, sedangkan Liverpool kebobolan gol ketiga pada menit ke-79.
Bagi pendukung kedua tim, hasil ini juga menegaskan bahwa keunggulan belum aman sebelum peluit akhir. Madrid pulang dengan kemenangan 3-2, sementara Liverpool meninggalkan Istanbul setelah kalah dengan skor yang sama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.