JAKARTA — Pendapatan Apple menguasai separuh pasar smartphone global pada kuartal III 2026, menurut laporan Counterpoint Research. Rekor ini menunjukkan Apple meraup porsi terbesar dari nilai penjualan industri, meski Samsung masih mengirimkan lebih banyak ponsel.
Counterpoint mencatat pendapatan Apple pada kuartal ketiga menjadi yang tertinggi bagi perusahaan itu untuk periode yang sama. Harga jual rata-rata iPhone juga mencapai rekor, sementara selisih pangsa pengiriman antara Samsung dan Apple menyempit.
Pendapatan Apple mencetak rekor di kuartal III
Dalam laporan kinerja pasar smartphone global, Counterpoint Research menyebut Apple meraih pangsa pendapatan industri tertinggi yang pernah dicatatnya pada kuartal ketiga. Angka rinci mengenai porsi pendapatan itu tidak disebutkan dalam laporan yang menjadi dasar berita ini, tetapi capaian tersebut menegaskan perbedaan penting antara nilai penjualan dan jumlah perangkat yang dikirim.
Sebuah merek bisa memperoleh pendapatan besar tanpa memimpin pengiriman unit. Harga jual tiap perangkat ikut menentukan nilai yang masuk. Pada Apple, harga jual rata-rata iPhone mencapai US$1.031, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai itu juga menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Bagi industri, capaian ini memperlihatkan bahwa strategi harga premium Apple berkontribusi besar terhadap pendapatan. Bagi konsumen, harga jual rata-rata yang meningkat memberi gambaran tentang arah nilai perangkat yang terjual, meski tidak berarti setiap model iPhone dibanderol dengan harga yang sama.
Apa yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata iPhone?
Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak mengatakan seri iPhone 18 Pro ikut mendorong kenaikan harga jual rata-rata. Seri itu mulai diluncurkan menjelang akhir kuartal III 2026, sehingga kontribusinya muncul dalam periode yang relatif singkat.
Pathak juga mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan beberapa faktor lain: harga awal seri iPhone 18 Pro yang lebih tinggi, tidak hadirnya iPhone 18 versi dasar dalam peluncuran, serta kenaikan harga pada model lama pada September.
“Apple tetap menjadi merek besar yang paling tangguh pada Q3 2026, dengan pengiriman yang hampir datar dibandingkan tahun sebelumnya. Apple memiliki kekuatan penetapan harga untuk menyerap kenaikan biaya memori dan meneruskannya kepada konsumen dengan dampak minimal terhadap permintaan,” kata Pathak.
Ia menjelaskan bahwa gabungan harga peluncuran yang lebih tinggi dan perubahan harga model lama menopang pertumbuhan pendapatan Apple di pasar yang menantang. Pernyataan itu juga menyoroti ruang gerak Apple dalam menentukan harga tanpa langsung menekan permintaan secara berarti, menurut penilaian Counterpoint.
Samsung masih unggul dalam pengiriman ponsel
Untuk pangsa pengiriman smartphone global, Samsung tetap berada di posisi teratas dengan 22%. Apple menyusul dengan 21%. Selisihnya hanya satu poin persentase, lebih sempit dibandingkan sebelumnya menurut laporan Counterpoint.
Perbandingan ini memperlihatkan dua ukuran persaingan yang berbeda. Samsung masih mengirimkan bagian terbesar dari seluruh ponsel yang masuk ke pasar, sedangkan Apple mencatat rekor pendapatan dan harga jual rata-rata. Karena itu, posisi teratas dalam jumlah unit tidak otomatis berarti pendapatan terbesar.
Dampaknya terasa pada cara membaca persaingan merek. Pangsa pengiriman memberi petunjuk tentang seberapa banyak perangkat yang terjual atau dikirim, sementara pendapatan menggambarkan nilai penjualan. Kinerja Apple menunjukkan bahwa perangkat dengan harga rata-rata lebih tinggi dapat menghasilkan pendapatan kuat meski pangsa pengirimannya sedikit di bawah pesaing.
Counterpoint menyebut pengiriman Apple hampir tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kombinasi harga jual rata-rata US$1.031 dan kenaikan tahunan 19% tetap mengantar perusahaan itu ke rekor pendapatan kuartal ketiga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.