Minggu, 8 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Sidik Jari Peramban: Jenis Data yang Dipakai untuk Mengenali Perangkat

Sidik Jari Peramban
Sidik Jari Peramban

Aktivitas internet dapat dilacak tanpa kuki. Situs web bisa mengenali perangkat dari gabungan karakteristik teknis yang dikirimkan ketika pengguna membuka halaman.

Teknologi itu disebut browser fingerprinting atau sidik jari peramban. Pelacak menyatukan sejumlah informasi perangkat dan konfigurasi peramban hingga menghasilkan identitas digital yang relatif unik.

Cara kerjanya berbeda dari pelacakan konvensional. Teknologi ini tidak mengandalkan berkas identifikasi yang disimpan di perangkat pengguna, melainkan membaca ciri teknis yang tersedia saat akses berlangsung.

Gabungan ciri membentuk identitas

Data yang dapat dipakai mencakup jenis dan versi peramban, sistem operasi, resolusi layar, zona waktu, serta bahasa perangkat. Daftar huruf atau font yang tersedia juga termasuk karakteristik yang dapat dikenali.

Setiap ciri mungkin tampak biasa jika dilihat sendiri. Namun, ketika sejumlah informasi kecil digabungkan, situs web dapat membedakan satu perangkat dari perangkat lain.

Organisasi nirlaba Electronic Frontier Foundation (EFF) menjelaskan bahwa sidik jari terbentuk dari karakteristik perangkat dan konfigurasi peramban. Gabungan itu memungkinkan pelacak mengenali perangkat tanpa perlu memasang kuki.

Efeknya, menghapus kuki saja tidak serta-merta menutup semua jalur pelacakan. Sidik jari peramban justru bekerja melalui kombinasi informasi teknis, bukan berkas identifikasi yang tersimpan di perangkat.

Mengurangi ciri yang terbaca

Pengguna dapat memahami bahwa pengaturan bahasa, ukuran layar, zona waktu, hingga pilihan peramban ikut menyumbang ciri yang terbaca situs. Karena identitas dibentuk dari gabungan, satu karakteristik saja tidak menjelaskan keseluruhan proses pengenalan.

Karena itu, tidak ada dasar untuk menjanjikan bahwa pengaturan tertentu akan menghentikan pelacakan sepenuhnya.

Batas utamanya ada pada cara teknologi ini menggabungkan banyak atribut. Bahkan tanpa kuki, kombinasi karakteristik teknis masih dapat membuat perangkat dikenali secara relatif unik.

Bagi pengguna internet di Indonesia, penjelasan ini relevan ketika menilai privasi saat mengakses situs. Jejak yang dipakai untuk mengenali perangkat tidak selalu berupa berkas yang terlihat atau tersimpan seperti kuki; sebagian berasal dari konfigurasi yang dikirimkan oleh peramban.

Jenis peramban, sistem operasi, resolusi layar, zona waktu, bahasa, dan daftar font menjadi bagian dari ciri yang dapat dirangkai. Menurut EFF, gabungan informasi itulah yang memungkinkan pelacak membedakan perangkat tanpa memasang kuki.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis