PANGKALPINANG — Meteorit Mars Teghaza 001 berusia sekitar 4,1 miliar tahun dan menyimpan petunjuk bahwa air pernah hadir di planet itu. Para ilmuwan mengumumkan temuan tersebut dalam jurnal Science yang terbit pada akhir Oktober.
Batuan berwarna merah muda itu ditemukan di dataran garam Teghaza, Mali, Afrika Barat, pada 2022. Penelitiannya mengungkap komposisi yang berbeda dari meteorit Mars lain yang sebelumnya dianalisis.
Meteorit Mars Teghaza 001 menyimpan petunjuk air
Yang Liu, ilmuwan planet di Jet Propulsion Laboratory NASA California, meneliti sampel yang terdiri dari delapan fragmen. Berat totalnya 798,5 gram, sementara fragmen terbesarnya mencapai 442 gram.
Awalnya, Liu mengira Teghaza 001 serupa dengan Shergottite, kelompok meteorit Mars yang sudah pernah ia teliti. Shergottite membentuk hampir 90 persen koleksi meteorit Mars, dan analisis sebelumnya umumnya menunjukkan usia lebih dari 600 tahun.
Namun, pengujian lebih lanjut memberi hasil berbeda. Sampel itu diperkirakan terbentuk pada 400 tahun pertama keberadaan Mars, atau sekitar 4,1 miliar tahun lalu. Angka tersebut menempatkannya pada masa sangat awal dalam sejarah planet itu.
“Ini adalah meteorit Mars kuno yang sangat langka, dan memberi kita kesempatan untuk melihat kerak dan mantel awal mars, pada saat kehidupan baru dimulai di bumi,” kata Liu.
Bagaimana peneliti menentukan usia batuan?
Liu menggunakan teknik penentuan usia berbasis sinar laser yang dikembangkan Hayward Melton, mahasiswa doktoral di California Institute of Technology. Metode itu menganalisis butiran dan kristal kecil di dalam meteorit.
Alih-alih melarutkan bagian sampel yang lebih besar, laser menguapkan bagian yang sangat kecil. “Metode ini menggunakan laser untuk menguapkan bagian sampel yang sangat kecil, alih-alih melarutkan bagian yang lebih besar,” kata Melton.
Pendekatan tersebut membantu peneliti menguji mineral di dalam batu tanpa mengambil bagian besar dari sampel langka itu. Pada Teghaza 001, perhatian Liu tertuju pada zirkon, kristal yang terbentuk ketika batuan cair mendingin.
“Zirkon seperti kapsul waktu yang memungkinkan kita untuk menentukan secara tepat usia pembentukan batuan,” ujar Liu. Mineral itu juga menjadi petunjuk penting untuk membaca kondisi batuan saat terbentuk.
Apa arti jejak air bagi sejarah Mars?
Analisis menunjukkan Teghaza 001 pernah bersentuhan dengan air ketika masih berada di kerak Mars miliaran tahun lalu. Sampel ini mengandung sebagian besar dua mineral kaya kalsium serta isotop oksigen dalam jumlah yang belum pernah ditemukan pada sampel meteorit sebelumnya.
Temuan itu memberi bukti bahwa Mars awal memiliki kondisi yang berbeda dari planet yang kini dikenal kering dan dingin. Bagi penelitian planet, batuan yang sangat tua seperti Teghaza 001 membuka peluang untuk memeriksa kerak dan mantel Mars pada fase awal pembentukannya.
Dampaknya bukan sekadar menambah satu batuan ke koleksi meteorit. Petunjuk air dari sampel ini membantu ilmuwan menyusun gambaran tentang perubahan lingkungan Mars, sekaligus menentukan lokasi mana yang layak diteliti lebih jauh. Bagi pencarian jejak kehidupan masa lalu, kondisi air pada masa awal menjadi bagian penting dari rekonstruksi tersebut.
Setelah mengkaji meteorit itu, para ilmuwan sepakat melanjutkan penelitian dengan mengidentifikasi 13 titik lokasi yang memungkinkan menjadi tempat asal Teghaza 001. Penelusuran terhadap lokasi-lokasi itu akan menjadi tahap berikutnya untuk menghubungkan sampel dari Mali dengan sejarah geologi Mars.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.