ASUNSIÓN — Jaksa Paraguay mendakwa mantan Presiden Santiago Peña pada Sabtu atas dugaan perannya dalam krisis Bank Ueno dan meminta agar ia ditempatkan dalam tahanan preventif. Kasus ini menyentuh simpanan jutaan nasabah setelah bank digital itu masuk proses resolusi akibat masalah solvabilitas.
Peña menghadapi tuduhan pelanggaran kepercayaan dan pengelolaan untuk keuntungan pribadi. Ia membantah seluruh tuduhan, sementara pengacaranya menyatakan tidak ada bukti bahwa Peña mengarahkan penempatan dana pensiun di Ueno.
Dampaknya sudah terasa di luar ruang politik. Hampir 3 juta nasabah kehilangan akses ke rekening mereka setelah bank sentral memerintahkan Ueno masuk proses resolusi pada Senin malam.
Krisis Bank Ueno menyeret Peña ke proses pidana
Jaksa Nancy Salomon mengumumkan dakwaan terhadap Peña dalam konferensi pers pada Sabtu. Kantor kejaksaan juga meminta penempatan mantan presiden itu dalam tahanan preventif.
Peña sebelumnya dimakzulkan dan dikenai tahanan rumah pada Jumat. Sehari sebelumnya, ia mengundurkan diri dalam upaya mempertahankan yurisdiksi khusus bagi mantan presiden. Namun, anggota parlemen tetap mencabut kursi senator seumur hidupnya, sehingga perkara pidana akan diproses melalui pengadilan biasa.
Dalam beberapa hari, Peña berubah dari presiden yang dianggap dekat dengan pasar dan menjadi sekutu penting Donald Trump di kawasan itu, menjadi sasaran protes besar dan proses pemakzulan. Kini, penyidik juga menelusuri dugaan pencucian uang, pengayaan ilegal, serta perdagangan pengaruh.
Perkara ini berpusat pada hubungan pemerintah dengan Ueno. Dalam beberapa tahun setelah Peña mulai menjabat pada 2023, bank digital yang sebelumnya kurang dikenal itu berkembang menjadi pilihan banyak warga Paraguay.
Bagaimana hubungan pemerintah dan Ueno dipersoalkan?
Tak lama setelah menjabat, Peña menunjuk Carlos Carvallo Spalding, yang sebelumnya memimpin Ueno, sebagai kepala bank sentral. Kurang dari tiga bulan kemudian, Spalding mengizinkan Ueno—yang saat itu berstatus perusahaan pembiayaan—beroperasi sebagai bank digital.
Peña juga pernah memiliki saham senilai sekitar US$1 juta yang dibelinya pada 2019 di sebuah perusahaan yang kemudian menjadi Ueno Holding pada 2022. Perusahaan induk itu mengendalikan konglomerasi pemilik Bank Ueno. Peña baru melepas sahamnya pada April 2025 dan menyatakan pembelian itu dilakukan sebagai investor.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.