Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Stok iPhone Fold Diprediksi Langka Saat Peluncuran Perdana 2026

Stok iPhone Fold Diprediksi Langka Saat Peluncuran Perdana 2026
Foto: Phong Thanh/Pexels

JAKARTA — Kehadiran ponsel lipat pertama besutan Apple atau yang sering disebut sebagai iPhone Fold diperkirakan akan memicu antrean panjang dan kelangkaan stok saat peluncuran perdananya. Analis industri teknologi, Ming-Chi Kuo, memproyeksikan Apple hanya mampu memproduksi sekitar 500 ribu hingga satu juta unit pada kuartal ketiga tahun 2026 mendatang.

Keterbatasan pasokan ini dipicu oleh tingkat kompleksitas desain perangkat yang inovatif. Tantangan manufaktur di tahap awal produksi sering kali menjadi batu sandungan, persis seperti yang terjadi saat Apple merilis iPhone X beberapa tahun silam. Kala itu, transisi ke layar OLED dan integrasi TrueDepth FaceID membuat lini produksi sempat berjalan lambat sebelum akhirnya stabil.

Tantangan Produksi dan Antusiasme Pasar

Meskipun harga jual perangkat ini diprediksi menyentuh angka fantastis, yakni 2.500 dolar AS atau setara dengan Rp40 jutaan, animo konsumen tetap berada di level tinggi. Berdasarkan diskusi dengan pihak operator seluler dan jaringan ritel, Kuo melihat adanya potensi permintaan pasar yang melampaui kemampuan pasok Apple pada masa-masa awal kehadiran perangkat ini.

Kondisi ini diprediksi bakal menciptakan fenomena *resale premium* atau harga jual kembali yang melambung tinggi di pasar sekunder. Konsumen yang tidak kebagian stok di periode awal mungkin harus bersabar dengan waktu tunggu pemesanan mencapai enam pekan atau lebih hingga akhir Desember 2026.

Apple diperkirakan baru akan menggenjot kapasitas produksi secara masif setelah fase awal terlewati, dengan target distribusi mencapai tujuh hingga delapan juta unit di akhir tahun yang sama.

Jejak Digital di Balik Rumor iPhone Fold

Sampai saat ini, Apple belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait perangkat lipat tersebut. Namun, temuan pada kode sistem operasi iOS 27 versi beta memperkuat spekulasi akan kehadirannya.

Pengembang menemukan sejumlah baris kode seperti foldState dan angleDegrees, serta variabel yang mengatur jumlah layar terintegrasi pada perangkat, yang mengindikasikan bahwa sistem operasi telah disiapkan untuk mendukung layar ganda atau layar lipat.

Secara desain, iPhone Fold diisukan akan mengusung layar eksterior berukuran 5,5 inci dan layar interior 7,8 inci. Apple kabarnya akan menggunakan material layar OLED fleksibel yang diperkuat pelat logam berlubang laser untuk mengurangi tekanan serta meminimalkan bekas lipatan di tengah layar.

Bentuk fisik saat dilipat dikabarkan akan lebih mendekati kotak, memberikan ruang layar yang lebih lebar dibandingkan pesaingnya di pasar ponsel lipat saat ini.

Dampak Nyata bagi Konsumen

Bagi pasar Indonesia, pola kelangkaan perangkat Apple kelas atas seperti ini bukanlah hal asing. Penggemar gawai di tanah air biasanya harus bersaing dalam sistem pemesanan *pre-order* yang ketat atau mengandalkan kanal impor yang menjual dengan harga jauh lebih tinggi dari harga resmi.

Jika proyeksi Kuo akurat, konsumen yang berniat meminang iPhone Fold di masa awal perlu menyiapkan anggaran ekstra dan kesiapan untuk menunggu antrean yang cukup lama karena terbatasnya ketersediaan barang secara global.

Strategi Apple untuk menjaga kualitas produksi dengan memperlambat laju distribusi di awal mencerminkan kehati-hatian mereka dalam memasuki segmen baru. Keberhasilan atau kegagalan perangkat ini nantinya akan menjadi penentu apakah Apple bisa mendominasi pasar ponsel lipat yang saat ini masih dikuasai oleh vendor asal Korea Selatan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda