JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merombak struktur organisasi kepolisian dengan memutasi 146 perwira. Dari daftar panjang tersebut, 25 di antaranya merupakan perwira tinggi (Pati) Polri berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol.
Perubahan posisi ini resmi tertuang dalam dua surat telegram bernomor ST/1584/VII/KEP 2026 dan ST/1585/VII/KEP 2026. Kedua dokumen tersebut diteken oleh AS SDM Polri Irjen Pol Anwar tertanggal 30 Juli 2026.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menegaskan, rotasi jabatan ini merupakan prosedur rutin di internal Polri. Langkah tersebut diambil sebagai upaya pembinaan karier personel sekaligus bentuk penyegaran organisasi agar kinerja kepolisian tetap optimal dalam melayani masyarakat.
Detail Rotasi Jabatan
Beberapa nama perwira tinggi berpangkat bintang satu yang menduduki jabatan baru di antaranya Brigjen Pol Untung Widyatmoko yang sebelumnya menjabat Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, kini dipercaya sebagai Kadiv Hubinter Polri. Posisinya digantikan oleh Brigjen Pol Dani Hamdani yang sebelumnya menjabat sebagai Penerjemah Polri Utama TK II Divhubinter Polri.
Sementara itu, di lingkungan Baintelkam Polri, Brigjen Pol Wawan Muliawan mendapat promosi menjadi Wakabaintelkam Polri dari jabatan sebelumnya sebagai Dirkamsus Baintelkam Polri. Jabatan Dirkamsus kemudian diisi oleh Brigjen Pol Antonius Dwi Hendro Sunarko.
Selain itu, Brigjen Pol Bayu Aji kini menjabat Karo Analis Baintelkam Polri, serta Brigjen Pol Asep Ruswanda yang dipercaya menjadi Agen Intelijen Kepolisian Utama TK I Baintelkam Polri.
Pergeseran ini juga mencakup perwira yang memasuki masa purna tugas. Brigjen Pol Puji Santosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Karorenmin Stamaops Polri, kini dimutasi ke Pati Stamaops Polri dalam rangka persiapan pensiun.
Dampak Penyegaran Organisasi
Perombakan ini memiliki dampak langsung pada dinamika internal lembaga. Bagi publik, efektivitas penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sangat bergantung pada kesiapan pimpinan di tiap lini strategis.
Dengan adanya pengisian jabatan baru ini, Polri mengharapkan adanya penguatan pada fungsi intelijen dan hubungan internasional yang saat ini menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas nasional.
Strategi rotasi yang dilakukan Kapolri menjadi sinyal keberlanjutan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri. Proses ini memastikan bahwa perwira-perwira dengan pengalaman mumpuni dapat menempati posisi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, terutama untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang di masa depan.
Selain 25 Brigjen tersebut, mutasi besar-besaran ini juga melibatkan perwira dengan pangkat lain, termasuk promosi sejumlah Komisaris Besar Polisi yang pecah bintang menjadi Brigjen serta mutasi belasan perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) Pol untuk memperkuat jajaran komando di berbagai divisi serta penugasan di luar struktur Polri.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.